TEPI BARAT – Insiden ledakan ranjau darat kembali menelan korban jiwa di wilayah pendudukan. Seorang anak Palestina berusia 13 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah menginjak ranjau darat yang meledak di sekitar kawasan markas militer Israel di Tepi Barat, Selasa (17/02/2026). Peristiwa tragis ini menambah panjang daftar korban sipil akibat sisa-sisa amunisi aktif di kawasan konflik berkepanjangan tersebut.
Korban diketahui bernama Mohammed Abu Dalah, warga Desa Jiftlik yang berada di bagian utara Lembah Yordan. Jenazah korban telah dievakuasi dan diterima oleh petugas kemanusiaan setempat. Informasi tersebut disampaikan oleh Palang Merah Internasional, yang turut menangani proses penanganan korban.
“Petugas kami menerima jenazah dari seorang anak berusia 13 tahun, yang tewas usai menginjak ranjau darat yang meledak di dekat Jiftlik, sebelah utara Lembah Yordan,” kata Palang Merah Internasional, dilansir AFP.
Kabar meninggalnya Mohammed juga dibenarkan oleh COGAT, sebuah badan di bawah Kementerian Pertahanan Israel yang mengurusi urusan sipil di wilayah Palestina. Dalam keterangannya, COGAT menyebutkan bahwa insiden tersebut terjadi di sekitar Tirzah, sebuah kawasan yang berdekatan dengan markas militer aktif Israel.
Sebelum insiden ini, pihak militer Israel juga telah mengungkapkan bahwa terdapat warga Palestina lain yang menjadi korban akibat amunisi aktif yang belum meledak. Disebutkan, setidaknya tiga warga Palestina mengalami luka-luka setelah berada terlalu dekat dengan amunisi tersebut. Lokasi kejadian diketahui berada di area yang dikategorikan sebagai zona militer aktif.
“Area ini berbahaya, kawasan aktif biasanya terjadi kontak tembak, dan warga sipil dilarang masuk area ini,” kata militer Israel.
Namun, keterangan berbeda disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat. Tetua Desa Jiftlik menjelaskan bahwa ketiga anak yang sebelumnya terluka tidak berniat memasuki kawasan militer. Mereka disebut tengah mencari dan mengumpulkan rempah-rempah liar di sekitar wilayah desa ketika ledakan itu terjadi secara tiba-tiba.
Wilayah Jiftlik dan Tirzah sendiri merupakan bagian dari Area C, yaitu zona di Tepi Barat yang berada di bawah kendali administratif dan keamanan penuh Israel sejak pendudukan tahun 1967. Kawasan ini terletak di Lembah Yordan, wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan Yordania dan kerap menjadi titik ketegangan antara warga Palestina dan aparat Israel.
Keberadaan ranjau darat serta sisa amunisi aktif di wilayah sipil terus menjadi ancaman serius, terutama bagi anak-anak. Berbagai organisasi kemanusiaan telah berulang kali menyerukan pembersihan ranjau dan peningkatan perlindungan bagi warga sipil, khususnya di daerah-daerah yang dekat dengan zona militer.
Tragedi yang menimpa Mohammed Abu Dalah kembali menyoroti dampak panjang konflik terhadap kehidupan warga Palestina. Selain menimbulkan korban jiwa, insiden semacam ini juga memperkuat kekhawatiran masyarakat setempat akan keselamatan anak-anak yang sehari-hari beraktivitas di sekitar wilayah rawan. Hingga kini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai langkah konkret yang akan diambil otoritas terkait untuk mencegah kejadian serupa terulang. []
Diyan Febriana Citra.

