AS Serang Iran di Tengah Tawaran Damai, Konflik Memanas

AS Serang Iran di Tengah Tawaran Damai, Konflik Memanas

Bagikan:

JAKARTA – Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer Iran di tengah upaya diplomatik yang juga digulirkan berupa tawaran gencatan senjata, menandai meningkatnya eskalasi sekaligus terbukanya jalur negosiasi dalam konflik di kawasan Timur Tengah.

Komando Pusat militer Amerika Serikat (United States Central Command/CENTCOM) menyatakan serangan tersebut menyasar fasilitas yang dinilai mengancam pasukan AS dan sekutunya. Informasi itu disampaikan melalui akun resmi di platform X, disertai video berdurasi 19 detik yang memperlihatkan ledakan besar di lokasi sasaran, sebagaimana dilansir Aljazeera, Rabu, (25/03/2026).

Dalam rekaman tersebut, terlihat serangan menghantam pusat infrastruktur militer Iran, memicu ledakan hebat hingga api membumbung tinggi. Hingga kini, belum ada rincian resmi mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat serangan tersebut.

Secara terpisah, militer Israel juga mengumumkan serangan udara ke sejumlah fasilitas produksi senjata di Teheran pada malam hari. Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui Telegram, disebutkan bahwa target mencakup fasilitas yang digunakan untuk memproduksi persenjataan udara dan laut, termasuk yang diduga didistribusikan ke kelompok seperti Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon.

“Secara paralel, situs-situs pertahanan juga diserang, termasuk posisi peluncuran rudal antipesawat dan situs tambahan yang berisi sistem pertahanan udara rezim tersebut,” sebut pernyataan itu.

Di tengah operasi militer tersebut, AS juga disebut mengajukan proposal gencatan senjata kepada Iran. Laporan The New York Times (NYT) mengungkap bahwa rencana tersebut terdiri dari 15 poin dan telah disampaikan melalui Pakistan, yang menawarkan diri menjadi mediator serta tuan rumah perundingan antara Washington dan Teheran.

Isi rinci proposal belum dipublikasikan. Namun, sejumlah laporan media Israel, termasuk Channel 12, menyebutkan bahwa AS mengusulkan gencatan senjata selama satu bulan guna membahas poin-poin tersebut lebih lanjut.

Rencana itu dikabarkan mencakup isu strategis seperti pembongkaran program nuklir Iran, penghentian dukungan terhadap kelompok proksi, serta pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan energi global.

Perkembangan ini menunjukkan dua pendekatan yang berjalan bersamaan, yakni tekanan militer dan upaya diplomasi, yang dinilai akan sangat menentukan arah konflik di kawasan dalam waktu dekat. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang