KUWAIT CITY – Serangan pesawat nirawak (drone) menghantam Bandara Internasional Kuwait pada Rabu (01/04/2026), memicu kebakaran besar di fasilitas tangki penyimpanan bahan bakar. Otoritas penerbangan sipil Kuwait memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun serangan ini menambah eskalasi ketegangan di kawasan Teluk yang terus memanas.
Juru Bicara Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait Abdullah Al-Rajhi menyatakan serangan berasal dari Iran dan kelompok bersenjata yang didukungnya. Sasaran utama serangan disebut mengenai tangki bahan bakar milik fasilitas bandara sehingga menimbulkan kobaran api besar di area vital tersebut.
“Bandara Internasional Kuwait telah menjadi sasaran serangan terang-terangan oleh pesawat tak berawak yang diluncurkan oleh Iran dan faksi bersenjata yang didukungnya,” ujar Al-Rajhi, sebagaimana dilansir Kompas, Rabu, (01/04/2026).
Ia menambahkan, meski serangan mengenai infrastruktur penting, hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka.
“Tangki penyimpanan bahan bakar menjadi sasaran, yang mengakibatkan kebakaran besar di lokasi tersebut,” lanjutnya.
Insiden ini terjadi di tengah memanasnya konflik regional sejak pecah perang yang dipicu serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 lalu. Sejak saat itu, Teheran dilaporkan meluncurkan serangkaian rudal dan drone ke sejumlah target di Israel serta negara-negara sekutu Washington di Timur Tengah.
Dalam perkembangan terpisah, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) juga melaporkan sebuah kapal tanker di sekitar 31 kilometer utara Doha, Qatar, terkena proyektil tak dikenal pada bagian lambung kiri. Meski menyebabkan kerusakan di atas garis air, seluruh awak kapal dinyatakan selamat.
“Kapal tanker telah terkena proyektil yang tidak dikenal di sisi kiri, menyebabkan kerusakan pada lambung kapal di atas garis air. Awak kapal dilaporkan selamat,” tulis pernyataan resmi UKMTO.
Otoritas terkait memastikan insiden kapal tanker tersebut tidak menimbulkan dampak lingkungan. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi asal proyektil sekaligus menilai dampak lebih luas terhadap keamanan jalur penerbangan dan pelayaran di kawasan Teluk. []
Redaksi05

