Bangunan Konveksi di Tambora Terbakar Dini Hari

Bangunan Konveksi di Tambora Terbakar Dini Hari

Bagikan:

JAKARTA — Kebakaran melanda sebuah bangunan konveksi yang berlokasi di Jalan Sawah Lio, kawasan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Senin (19/01/2026) dini hari. Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat yang bercampur dengan aktivitas industri rumahan.

Peristiwa kebakaran tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Informasi awal diterima oleh Command Centre Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, yang kemudian segera mengerahkan personel ke lokasi kejadian. Bangunan yang terbakar diketahui digunakan sebagai tempat usaha konveksi, yang di dalamnya terdapat berbagai peralatan produksi serta bahan mudah terbakar.

“Objek konveksi di Jalan Sawah Lio, Gg 8, No 4 RT 005/RW08, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat,” demikian keterangan tersebut.

Merespons laporan itu, petugas pemadam kebakaran bergerak cepat. Operasi pemadaman dimulai pada pukul 01.06 WIB dengan mengerahkan 22 unit mobil pemadam kebakaran dan melibatkan 110 personel. Proses pemadaman berlangsung cukup intensif mengingat lokasi berada di gang permukiman dengan akses jalan yang relatif sempit.

Petugas harus berjibaku menembus kepadatan bangunan serta memastikan api tidak merembet ke rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Selain melakukan pemadaman, petugas juga fokus pada upaya pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru yang dapat memicu kebakaran susulan.

Api akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 02.21 WIB. Setelah memastikan kondisi aman, petugas melakukan pengecekan menyeluruh di area terdampak. “Pemadaman selesai, pengerahan 22 unit dan 110 personel pemadam kebakaran,” ujarnya.

Tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan cukup besar mengingat bangunan yang terbakar digunakan sebagai tempat produksi konveksi. Sejumlah peralatan kerja, bahan kain, serta hasil produksi diduga ikut hangus dilalap api.

Berdasarkan informasi awal dari petugas, dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada gangguan kelistrikan. “Diduga fenomena listrik,” ucapnya. Dugaan ini masih akan didalami lebih lanjut melalui proses penyelidikan guna memastikan penyebab pasti terjadinya kebakaran.

Kebakaran di kawasan Tambora bukan kali pertama terjadi. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi di Jakarta Barat. Kondisi tersebut membuat potensi kebakaran menjadi lebih besar, terutama pada bangunan yang difungsikan ganda sebagai tempat tinggal dan usaha.

Pemerintah daerah dan Dinas Gulkarmat DKI Jakarta kembali mengingatkan masyarakat, khususnya pelaku usaha rumahan, agar lebih memperhatikan aspek keselamatan, terutama instalasi listrik. Penggunaan peralatan listrik berdaya besar tanpa sistem pengaman yang memadai dapat meningkatkan risiko korsleting dan memicu kebakaran.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk memastikan ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) di lingkungan usaha dan permukiman, serta memahami langkah-langkah penanganan awal apabila terjadi kebakaran. Langkah preventif ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko dan dampak kebakaran di wilayah padat penduduk.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap potensi kebakaran harus terus ditingkatkan, terutama di kawasan permukiman yang padat dan rawan, demi menjaga keselamatan jiwa serta harta benda warga. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional