Barcelona Juara Piala Super Spanyol Usai Taklukkan Madrid

Barcelona Juara Piala Super Spanyol Usai Taklukkan Madrid

Bagikan:

RIYADH – Barcelona kembali menegaskan dominasinya di panggung sepak bola Spanyol setelah berhasil menjuarai Piala Super Spanyol untuk ke-16 kalinya. Gelar tersebut diraih usai kemenangan dramatis atas rival klasik mereka, Real Madrid, dalam laga final yang digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Riyadh, Arab Saudi, Senin (12/01/2026) dini hari WIB. Pertandingan berlangsung sengit hingga menit akhir dan berakhir dengan skor tipis 3-2 untuk kemenangan Blaugrana.

Laga El Clasico edisi final Piala Super Spanyol ini menyajikan intensitas tinggi sejak awal pertandingan. Kedua tim tampil terbuka dan saling menekan, mencerminkan gengsi besar yang selalu melekat pada pertemuan Barcelona dan Real Madrid. Barcelona, di bawah arahan pelatih anyar Hansi Flick, menunjukkan pendekatan permainan agresif dengan penguasaan bola dan pressing ketat di lini tengah.

Gol-gol Barcelona dalam laga ini menjadi penentu kemenangan penting yang sekaligus mencatatkan sejarah tersendiri. Raphinha tampil sebagai tokoh utama dengan mencetak dua gol krusial. Dwigoal tersebut tidak hanya memastikan kemenangan Barcelona, tetapi juga menegaskan peran penting sang winger Brasil dalam skema permainan Flick musim ini.

Begitu peluit panjang dibunyikan, suasana lapangan dipenuhi euforia. Para pemain Barcelona berhamburan ke tengah lapangan, saling berpelukan, dan merayakan kemenangan yang diraih dengan penuh perjuangan. Kemenangan ini terasa istimewa karena menjadi kali pertama Barcelona mampu memenangi tiga laga final El Clasico secara beruntun, sebuah pencapaian yang menambah catatan prestisius klub asal Catalunya tersebut.

“Kemenangan ini adalah fondasi penting bagi kami untuk menatap trofi-trofi lainnya pada sisa musim 2026,” tegas Hansi Flick seusai pertandingan dilansir dari FotMob.

Secara statistik, Barcelona memang layak keluar sebagai pemenang. Mereka mencatatkan expected goals (xG) sebesar 2,6, jauh lebih tinggi dibandingkan Real Madrid yang hanya membukukan angka 1,39. Meski demikian, Madrid sempat memberikan tekanan besar pada menit-menit akhir pertandingan, terutama setelah Barcelona harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah yang diterima Frenkie de Jong.

Kehilangan satu pemain tidak membuat pertahanan Barcelona runtuh. Lini belakang Blaugrana tampil disiplin dan solid dalam meredam serangan bertubi-tubi yang dipimpin Kylian Mbappe dan rekan-rekannya. Ketangguhan ini menjadi salah satu faktor kunci yang memastikan keunggulan Barcelona tetap terjaga hingga laga usai.

Selain menjadi pahlawan di partai final, Raphinha juga mencatatkan pencapaian individu yang impresif sepanjang turnamen. Ia mengoleksi total empat gol, sebuah torehan yang menyamai rekor Artiz Aduriz pada Piala Super Spanyol 2015. Catatan tersebut semakin mempertegas kontribusi besar Raphinha dalam perjalanan Barcelona meraih trofi musim ini.

Trofi Piala Super Spanyol ini dinilai sebagai simbol kebangkitan Barcelona, baik di level domestik maupun internasional. Di hadapan ribuan pendukung yang memadati stadion di Arab Saudi, Barcelona tidak sekadar mengangkat piala, tetapi juga mengirimkan pesan kuat bahwa mereka siap kembali bersaing di papan atas Eropa. Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi Barcelona untuk menatap kompetisi-kompetisi berikutnya dengan kepercayaan diri tinggi. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional