SYDNEY — Insiden serangan hiu yang menimpa seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun di kawasan Pelabuhan Sydney, Australia, kembali menyoroti risiko aktivitas rekreasi di perairan terbuka, khususnya di area yang tidak sepenuhnya dirancang untuk berenang. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (18/01/2026) sore, saat korban bersama sejumlah temannya melompat ke air dari kawasan Shark Beach, yang berada di tepi pelabuhan.
Kepolisian New South Wales menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika sekelompok anak melakukan aksi melompat dari tebing dengan ketinggian sekitar enam meter menuju perairan pelabuhan. Aktivitas tersebut dilakukan di tengah kondisi air yang tidak ideal akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Sydney beberapa waktu terakhir. Tidak lama setelah korban masuk ke air, terjadi serangan hiu yang mengakibatkan luka parah pada bagian bawah tubuh anak tersebut.
Komandan kepolisian area laut New South Wales, Superintendent Joseph McNulty, menggambarkan situasi di lokasi sebagai kejadian yang sangat mengejutkan.
“Itu adalah pemandangan yang mengerikan saat polisi tiba di lokasi. Kami percaya kemungkinan hiu banteng menyerang bagian bawah tubuh anak tersebut,” kata McNulty.
Ia menegaskan bahwa kondisi korban saat ini masih berada dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan.
“Anak itu kini sedang berjuang untuk hidupnya,” ujar McNulty, sebagaimana dikutip dari AFP.
Menurut kepolisian, faktor lingkungan diduga kuat berperan dalam terjadinya serangan tersebut. McNulty menjelaskan bahwa curah hujan tinggi telah menyebabkan air di pelabuhan menjadi keruh dan payau, kondisi yang kerap dikaitkan dengan meningkatnya aktivitas hiu di wilayah pesisir.
“Kami percaya kombinasi air payau, air tawar, serta aktivitas cipratan air menciptakan kondisi sempurna bagi terjadinya serangan hiu kemarin,” papar McNulty.
Dalam situasi darurat tersebut, reaksi cepat teman-teman korban menjadi faktor penting sebelum aparat tiba di lokasi. McNulty menyampaikan apresiasi atas keberanian mereka yang segera memberikan pertolongan awal.
“Dia telah digigit oleh hiu berukuran besar,” kata McNulty.
Petugas kepolisian laut yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi korban yang sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri ke atas kapal polisi. Upaya pertolongan pertama dilakukan secepat mungkin, termasuk tindakan resusitasi, sembari kapal melaju dengan kecepatan tinggi menuju dermaga terdekat. Di titik tersebut, tim ambulans telah bersiaga untuk memberikan penanganan medis lanjutan.
Korban kemudian dilarikan ke Sydney Children’s Hospital dan kini menjalani perawatan intensif dengan pendampingan keluarga serta kerabat dekat. Pihak rumah sakit belum memberikan keterangan detail mengenai kondisi medis terkini korban, namun menegaskan bahwa tim medis bekerja maksimal untuk menyelamatkan nyawanya.
Australia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat interaksi manusia dan hiu yang cukup tinggi. Data mencatat, sejak 1791 hingga kini, lebih dari 1.280 insiden serangan hiu terjadi di perairan Australia, dengan lebih dari 250 kasus berujung kematian. Para peneliti menyebut, peningkatan aktivitas manusia di laut, perubahan suhu samudra, serta degradasi habitat alami turut memengaruhi pola migrasi hiu.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah serangan hiu fatal juga tercatat di sekitar Sydney. Pada September 2025, seorang peselancar bernama Mercury Psillakis dilaporkan tewas akibat serangan hiu putih besar di pantai utara Sydney. Dua bulan kemudian, seekor hiu banteng juga menyerang dan menewaskan seorang perempuan yang sedang berenang di pantai terpencil di wilayah yang sama.
Peristiwa terbaru ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat dan wisatawan untuk lebih memperhatikan imbauan keselamatan, terutama terkait kondisi lingkungan dan aktivitas di kawasan perairan yang berpotensi berbahaya. []
Diyan Febriana Citra.

