Chelsea Resmi Tunjuk Liam Rosenior sebagai Pelatih Kepala

Chelsea Resmi Tunjuk Liam Rosenior sebagai Pelatih Kepala

Bagikan:

LONDON – Chelsea memasuki babak baru dalam proyek jangka panjang mereka dengan menunjuk Liam Rosenior sebagai pelatih kepala. Klub asal London tersebut secara resmi mengumumkan penunjukan Rosenior melalui pernyataan klub pada Selasa (06/01/2025). Pelatih berusia 41 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi enam tahun, menandai komitmen jangka panjang manajemen Chelsea dalam membangun fondasi tim yang lebih stabil.

Rosenior ditunjuk untuk menggantikan Enzo Maresca yang diberhentikan dari jabatannya pada pekan sebelumnya. Pergantian ini sekaligus menegaskan arah baru Chelsea yang kembali mempercayakan proyek klub kepada sosok pelatih muda, meski relatif minim pengalaman di level tertinggi sepak bola Inggris.

Sebelum pengumuman resmi tersebut, Rosenior telah lebih dulu mengisyaratkan kepindahannya. Dalam konferensi pers perpisahan bersama Strasbourg, klub Ligue 1 Prancis yang ia latih sebelumnya, Rosenior mengungkapkan bahwa kesepakatan dengan Chelsea telah tercapai secara lisan. Pernyataan itu sekaligus menjadi salam perpisahan emosionalnya kepada klub Prancis tersebut, sebelum akhirnya diumumkan secara resmi oleh Chelsea.

Dalam pernyataan pertamanya sebagai pelatih kepala Chelsea, Rosenior mengaku menyadari besarnya tanggung jawab yang kini berada di pundaknya. Ia menyebut Chelsea sebagai klub dengan karakter kuat dan sejarah panjang dalam meraih prestasi.

“Saya merasa sangat rendah hati dan terhormat ditunjuk sebagai pelatih kepala Chelsea Football Club. Chelsea adalah klub dengan semangat yang unik dan sejarah panjang dalam memenangkan trofi,” ujar Rosenior dalam pernyataan resmi di situs klub.

Lebih lanjut, Rosenior menekankan bahwa tugasnya tidak semata-mata mengejar hasil instan, tetapi juga menjaga jati diri klub yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Menurutnya, identitas permainan dan nilai-nilai klub harus tetap tercermin di setiap pertandingan yang dijalani tim.

“Tugas saya adalah melindungi identitas itu dan menciptakan tim yang mencerminkan nilai-nilai tersebut, sembari terus berupaya memenangkan trofi,” tambahnya.

Penunjukan Rosenior memang memunculkan beragam respons. Dari sisi pengalaman, ia baru sekitar tiga tahun menjalani peran sebagai pelatih utama dan belum pernah menukangi klub Liga Inggris. Namun, sejak Enzo Maresca diberhentikan, Rosenior disebut-sebut sebagai kandidat terkuat. Faktor kepemilikan klub menjadi salah satu pertimbangan, mengingat Strasbourg dan Chelsea sama-sama berada di bawah kendali konsorsium BlueCo yang mengambil alih Chelsea pada 2022.

Dengan penunjukan ini, Rosenior tercatat sebagai pelatih tetap keempat Chelsea sejak era kepemilikan BlueCo dimulai. Ia pun menjelaskan alasan mengapa memilih mengumumkan kepindahannya secara langsung di Strasbourg, alih-alih menunggu pernyataan resmi klub barunya.

“Semuanya sudah disepakati dan kemungkinan akan rampung dalam beberapa jam ke depan. Saya ingin menyampaikan ini langsung karena saya sangat peduli dengan klub ini,” ujarnya kepada wartawan.

Rosenior memiliki latar belakang panjang sebagai pemain profesional. Ia pernah merasakan atmosfer Liga Inggris dan Championship bersama sejumlah klub, seperti Fulham, Reading, dan Hull City. Setelah gantung sepatu, ia menapaki jalur kepelatihan sebagai asisten di Derby County di bawah Phillip Cocu dan Wayne Rooney.

Pada 2022, Rosenior sempat dipercaya menjadi pelatih sementara Derby sebelum akhirnya diangkat sebagai manajer Hull City di Championship. Meski sempat bertahan selama 18 bulan, ia harus mengakhiri masa jabatannya lebih cepat. Kesempatan baru datang pada Juli 2024 saat ia bergabung dengan Strasbourg dan sukses membawa klub tersebut finis di peringkat ketujuh Ligue 1 musim lalu.

Kini, tantangan jauh lebih besar menanti Rosenior di Stamford Bridge. Ia dihadapkan pada ekspektasi tinggi, tekanan publik, serta ambisi Chelsea untuk kembali bersaing di papan atas sepak bola Eropa. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional