JAKARTA — Aktivitas masyarakat di sejumlah titik strategis Jakarta Pusat diperkirakan akan terdampak pada Kamis (15/01/2026) seiring rencana dua aksi unjuk rasa yang digelar kelompok buruh dan pengemudi ojek online (ojol). Aparat kepolisian menyiapkan ribuan personel untuk mengawal jalannya demonstrasi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan kemacetan lalu lintas.
Dua agenda demonstrasi tersebut berlangsung di kawasan dengan tingkat mobilitas tinggi, yakni Kompleks DPR/MPR RI di Senayan dan Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir. Kepolisian mengimbau masyarakat agar mengatur waktu perjalanan dan memilih rute alternatif untuk menghindari kepadatan arus kendaraan.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menjelaskan bahwa aksi pertama akan digelar oleh massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Aksi ini dijadwalkan berlangsung sejak pagi hari di depan Kompleks DPR/MPR RI.
“Pagi ada unjuk rasa dari KSPI. Ada 685 personil kepolisian yang akan disiagakan pengamanan,” ujar Erlyn dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/01/2026) .
Menurut dia, pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung tertib serta tidak mengganggu ketertiban umum. Kepolisian juga menempatkan personel di sejumlah titik sekitar lokasi aksi guna mengatur arus lalu lintas dan mengurai kepadatan kendaraan.
Selain aksi buruh, demonstrasi lain juga akan digelar oleh pengemudi ojek online yang tergabung dalam Dewan Presidium Pusat Koalisi Ojol Nasional. Aksi tersebut dipusatkan di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, yang dikenal sebagai salah satu ruas jalan vital di pusat ibu kota.
Untuk pengamanan aksi pengemudi ojol ini, jumlah personel yang diterjunkan lebih besar. “Ada 998 personil polisi yang disiagakan untuk pengamanan demonstrasi ojol,” kata Erlyn.
Ia menambahkan, kepolisian telah menyiapkan skema pengamanan terpadu dengan melibatkan unsur lalu lintas, samapta, hingga intelijen. Tujuannya untuk memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah potensi gangguan keamanan selama aksi berlangsung.
Terkait pengaturan lalu lintas, Erlyn menegaskan bahwa rekayasa jalan akan diterapkan secara situasional. Artinya, penutupan atau pengalihan arus lalu lintas akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, terutama berdasarkan jumlah massa dan dinamika aksi.
Sementara itu, masyarakat yang tidak berkepentingan di sekitar lokasi aksi diimbau untuk menghindari kawasan Senayan dan Gambir selama unjuk rasa berlangsung. “Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berjalan,” kata dia.
Imbauan tersebut disampaikan guna meminimalkan dampak kemacetan, mengingat kedua lokasi merupakan pusat aktivitas pemerintahan dan perkantoran. Kepolisian juga mengajak seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.
Dengan adanya dua aksi besar di hari yang sama, aparat berharap kerja sama dari semua pihak agar kegiatan demokrasi ini dapat berjalan aman, tertib, dan tidak merugikan kepentingan publik secara luas. []
Diyan Febriana Citra.

