JAKARTA — Aktivitas masyarakat di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (26/02/2026) berpotensi terdampak oleh rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh kelompok mahasiswa. Aparat kepolisian telah menyiapkan langkah pengamanan serta pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi dampak dari kegiatan tersebut, terutama di ruas jalan yang menjadi pusat pemerintahan.
Kepolisian menyebutkan, demonstrasi dijadwalkan berlangsung di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, yang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur utama dengan mobilitas tinggi. Lokasi tersebut kerap menjadi titik strategis penyampaian aspirasi publik karena berdekatan dengan sejumlah kantor pemerintahan dan ikon nasional.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Erlyn Sumantri menjelaskan bahwa unjuk rasa akan melibatkan Koalisi Mahasiswa Peduli Hutan Indonesia bersama sejumlah elemen massa lainnya. Aksi ini diperkirakan dimulai sejak pagi hari.
“Pagi ada unjuk rasa dari Koalisi Mahasiswa Peduli Hutan Indonesia dan beberapa elemen massa lainnya,” ujar Erlyn dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/02/2026).
Untuk memastikan situasi tetap kondusif, aparat keamanan telah menyiagakan ratusan personel gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, serta instansi terkait. Sebanyak 605 personel disiapkan untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi unjuk rasa maupun titik-titik penyangga yang berpotensi terdampak.
Langkah pengamanan tersebut dilakukan guna menjaga ketertiban umum sekaligus memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum dapat berjalan sesuai ketentuan hukum. Polisi juga menegaskan pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas dalam pengamanan aksi.
Selain pengamanan, kepolisian turut menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional. Artinya, pengalihan arus kendaraan akan dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika di lapangan, termasuk jumlah massa dan eskalasi situasi selama unjuk rasa berlangsung.
Meski belum ada penutupan jalan secara permanen yang diumumkan sebelumnya, aparat tidak menutup kemungkinan melakukan pengalihan arus secara cepat jika kondisi lalu lintas dinilai padat atau tidak memungkinkan dilalui kendaraan umum maupun pribadi.
Erlyn pun mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi kemacetan di sekitar kawasan Medan Merdeka Barat dan sekitarnya. Warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak di area tersebut disarankan menyesuaikan waktu perjalanan atau memilih jalur alternatif.
“Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berjalan,” katanya.
Imbauan ini ditujukan terutama bagi para pekerja, pengguna transportasi umum, serta pengendara yang biasa melintasi kawasan pusat kota Jakarta pada jam-jam sibuk. Dengan adanya aksi massa, kepadatan lalu lintas diperkirakan meningkat, terutama pada pagi hingga siang hari.
Di sisi lain, aparat juga mengingatkan para peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Kepolisian berharap unjuk rasa dapat berlangsung tanpa gangguan keamanan maupun tindakan yang merugikan kepentingan publik.
Demonstrasi mahasiswa sendiri merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang dijamin oleh undang-undang. Namun, kepolisian menegaskan bahwa pelaksanaan aksi tetap harus mematuhi aturan hukum serta menjaga ketertiban umum demi kepentingan bersama.
Dengan pengamanan yang disiapkan dan koordinasi lintas instansi, pihak kepolisian berharap aktivitas masyarakat di Jakarta Pusat tetap dapat berjalan, meskipun dengan sejumlah penyesuaian selama unjuk rasa berlangsung. []
Diyan Febriana Citra.

