DPRD Kaltim Tekankan Hilirisasi di Kawasan Industri Bontang

DPRD Kaltim Tekankan Hilirisasi di Kawasan Industri Bontang

Bagikan:

PARLEMENTARIA — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) menaruh perhatian besar terhadap pengembangan Kawasan Industri Bontang Lestari sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperkuat hilirisasi industri daerah. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengolahan kelapa sawit dan produk turunannya, sekaligus memperkuat struktur ekonomi Kaltim yang selama ini masih bertumpu pada ekspor bahan mentah.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Shemmy Permata Sari, menegaskan bahwa arah pembangunan industri di Kaltim harus bergeser dari sekadar penyuplai bahan baku menuju daerah pengolahan. Menurutnya, hilirisasi di dalam daerah merupakan kunci agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat lokal. “Hilirisasi harus dilakukan di dalam daerah. Dengan begitu, manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan cuma lewat ekspor bahan mentah,” ujarnya, Selasa (09/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa Kawasan Industri Bontang Lestari sejatinya telah memiliki sejumlah prasyarat dasar untuk berkembang. Ketersediaan air baku, jaringan listrik, serta akses jalan menjadi modal awal yang penting. Namun demikian, DPRD Kaltim memandang kesiapan tersebut belum sepenuhnya optimal untuk menarik investasi industri berskala besar.

Menurut Shemmy, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan pemerintah daerah dan pihak terkait. Infrastruktur pendukung, terutama jalan dan utilitas dasar lainnya, harus dipastikan berfungsi maksimal agar investor memiliki keyakinan menanamkan modal. “Masih ada pekerjaan rumah. Jalan, utilitas dasar, dan fasilitas pendukung lain harus benar-benar siap supaya investor yakin menanamkan modal,” tambahnya.

Selain infrastruktur fisik, DPRD Kaltim juga menyoroti pentingnya kepastian regulasi jangka panjang. Dunia usaha membutuhkan stabilitas kebijakan agar dapat menyusun perencanaan bisnis secara berkelanjutan tanpa risiko perubahan aturan yang mendadak. Dalam konteks ini, peran pemerintah daerah dinilai krusial untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Shemmy juga menyinggung pentingnya dukungan pembiayaan, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Ia memastikan DPRD Kaltim akan terus mengawal alokasi anggaran agar pembangunan kawasan industri tidak terhenti di tengah jalan. Meski masih menghadapi tantangan, DPRD optimistis Bontang Lestari mampu tumbuh menjadi simpul ekonomi baru di Kaltim.

“Kami di DPRD akan terus mendorong agar semua pihak bersinergi. Tujuannya jelas: kawasan ini harus tumbuh maksimal dan manfaatnya benar-benar kembali ke masyarakat,” tegas Shemmy. []

Penulis: Muhammaddong | Penyunting: Agnes Wiguna

Bagikan:
Advertorial DPRD Kaltim