Drone Ukraina Hantam Gedung Tinggi di Grozny

Drone Ukraina Hantam Gedung Tinggi di Grozny

Bagikan:

MOSKOW – Serangan udara kembali mewarnai konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina. Pada Jumat (05/12/2025), sebuah drone kamikaze yang diduga diluncurkan oleh Ukraina menargetkan wilayah Chechnya dan menghantam sebuah gedung tinggi di Grozny, ibu kota republik otonom tersebut. Insiden itu menambah daftar panjang lokasi Rusia yang ikut terdampak serangan udara lintas batas sejak eskalasi konflik meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov. Dalam pernyataannya yang dikutip Reuters pada Sabtu (06/12/2025), ia mengatakan bahwa satu unit pesawat tanpa awak Ukraina mengarah langsung ke Grozny dan menabrak sebuah gedung bertingkat hingga menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan tersebut. Meskipun tidak merinci jumlah korban, pernyataan itu menunjukkan bahwa gedung yang menjadi sasaran berada di kawasan perkotaan yang cukup padat.

“Serangan ini bukan pertama kalinya drone Ukraina menargetkan wilayah kami,” ujar Kadyrov, mengingatkan bahwa beberapa fasilitas lain sebelumnya juga menjadi sasaran. Serangan terdahulu telah menyentuh barak polisi, akademi pelatihan militer, serta sejumlah titik strategis lainnya di wilayah Chechnya. Ia menegaskan bahwa “dari sasaran serangan tersebut mengindikasikan, senjata-senjata Ukraina tersebut tidak salah tujuan.”

Serangan-serangan tersebut menunjukkan bahwa Chechnya, meskipun berada jauh dari garis depan utama, tetap menjadi bagian dari arena konflik yang lebih luas antara Rusia dan Ukraina. Sebagai salah satu wilayah yang secara terbuka memberikan dukungan kepada Moskow sejak awal operasi militer Rusia pada 2022, Chechnya telah memainkan peran signifikan dalam dinamika perang.

Dalam beberapa kesempatan, Kadyrov juga secara terang-terangan menyatakan keberpihakannya kepada Kremlin. Ia mengirimkan pasukan elite Akhmat untuk memperkuat operasi militer Rusia di Ukraina. Bahkan, Presiden Vladimir Putin pernah memuji kontribusi pasukan Chechnya. “Selama ada Anda, kita tak terkalahkan!” ujar Putin dalam pernyataan sebelumnya, menegaskan peran khusus pasukan tersebut dalam strategi pertahanan dan ofensif Rusia.

Di sisi lain, pasukan Akhmat Chechnya kerap mengklaim kemajuan di garis pertempuran, termasuk laporan bahwa mereka berhasil menguasai Martynovka, sebuah desa Rusia yang sebelumnya sempat direbut Ukraina. Klaim-klaim ini menjadi bagian dari narasi perang yang terus berkembang, sekaligus menggambarkan bagaimana pengejaran kepentingan masing-masing pihak tidak hanya terjadi di wilayah Ukraina, tetapi merembet hingga ke perbatasan dan wilayah Rusia sendiri.

Serangan yang kembali terjadi di Grozny menjadi pengingat bahwa eskalasi konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Drone sebagai salah satu senjata yang paling banyak digunakan dalam perang modern kembali memainkan peran penting dalam perang Rusia–Ukraina. Serangan lintas wilayah dengan drone menambah kekhawatiran bahwa konflik dapat semakin meluas jika tidak ada langkah signifikan menuju deeskalasi.

Hingga kini, otoritas setempat masih melakukan penilaian terhadap kerusakan bangunan dan menambah pengamanan di sejumlah titik yang dianggap rentan terhadap serangan udara. Pemerintah Chechnya juga menegaskan akan terus memperketat pertahanan wilayahnya di tengah meningkatnya frekuensi serangan. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional