JAKARTA — Aktivitas masyarakat di wilayah Jakarta Pusat pada Senin (19/01/2026) berpotensi terdampak oleh rencana pelaksanaan dua aksi unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah titik strategis. Aparat kepolisian telah menyiapkan langkah pengamanan dan pengaturan lalu lintas guna menjaga ketertiban umum serta meminimalkan gangguan mobilitas warga.
Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat memastikan bahwa kedua demonstrasi tersebut telah masuk dalam agenda pengamanan hari ini. Aksi pertama dijadwalkan berlangsung pada pagi hari di kawasan Gambir, melibatkan massa dari Koperasi Wahana Kalpika bersama sejumlah elemen lainnya. Sementara itu, aksi kedua akan digelar di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, oleh massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Indraprasta PGRI.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menyampaikan bahwa kepolisian telah menerima pemberitahuan terkait rencana penyampaian pendapat di muka umum tersebut.
“Pagi ada unjuk rasa dari Koperasi Wahana Kalpika dan beberapa elemen massa lainnya,” ujar Erlyn dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/01/2026).
Menurut Erlyn, kepolisian memandang aksi demonstrasi sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara yang dijamin undang-undang. Namun demikian, aparat juga berkewajiban memastikan bahwa pelaksanaan aksi berlangsung tertib, aman, serta tidak mengganggu kepentingan publik secara luas, khususnya pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Untuk mendukung kelancaran pengamanan, sebanyak 1.289 personel gabungan dikerahkan. Personel tersebut berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran Polsek di wilayah terkait. Mereka disiagakan di titik-titik rawan kepadatan dan sekitar lokasi demonstrasi guna mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.
Selain pengamanan massa, kepolisian juga menyiapkan langkah pengaturan lalu lintas yang bersifat fleksibel. Rekayasa arus kendaraan akan diterapkan secara situasional, menyesuaikan dengan dinamika jumlah massa dan kondisi riil di lapangan. Hal ini dilakukan agar aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan meski terdapat konsentrasi massa di beberapa ruas jalan utama.
Erlyn mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan perencanaan perjalanan, terutama bagi warga yang hendak melintas di kawasan Gambir dan Senayan. “Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berjalan,” katanya.
Imbauan tersebut ditujukan untuk mengurangi potensi kemacetan serta mencegah keterlambatan aktivitas kerja maupun kegiatan lainnya. Kepolisian juga mengajak para peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan mematuhi ketentuan hukum yang berlaku, demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Hingga pagi hari, belum ada laporan gangguan keamanan yang signifikan. Aparat kepolisian memastikan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala selama aksi berlangsung. Masyarakat pun diharapkan dapat mengikuti informasi terkini dari pihak berwenang terkait perkembangan situasi di lapangan.
Dengan kesiapan pengamanan dan koordinasi lintas instansi, kepolisian berharap penyampaian aspirasi oleh para demonstran dapat berjalan lancar, sementara aktivitas publik di Jakarta Pusat tetap terjaga dengan baik. []
Diyan Febriana Citra.

