Dua Pekan Diculik, Tiga Pekerja Tambang di Meksiko Ditemukan Tewas

Dua Pekan Diculik, Tiga Pekerja Tambang di Meksiko Ditemukan Tewas

Bagikan:

MEKSIKO – Kasus penculikan yang menimpa para pekerja sektor pertambangan kembali menyoroti persoalan keamanan di wilayah utara Meksiko. Sebanyak 10 karyawan perusahaan tambang asal Kanada yang beroperasi di negara bagian Sinaloa dilaporkan menjadi korban penculikan. Tragedi ini semakin memilukan setelah tiga dari mereka ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi pada 23 Januari 2026 lalu, ketika para pekerja sedang berada di lokasi proyek pertambangan perak milik Vizsla Silver, perusahaan berbasis di Vancouver, Kanada. Seluruh korban diketahui merupakan warga negara Meksiko yang bekerja di sektor pertambangan sebagai tenaga profesional dan teknis.

Informasi mengenai penemuan korban disampaikan secara resmi oleh Kamar Pertambangan Meksiko, sebuah lembaga yang mewakili serikat pekerja dan perusahaan pertambangan di negara tersebut. Lembaga ini menjadi pihak yang pertama kali mengonfirmasi kabar duka kepada publik.

“Tiga dari pria tersebut ditemukan tewas dan diidentifikasi oleh pihak berwenang dan rekan kerja,” ujar kelompok tersebut dikutip dari AFP, Selasa (10/02/2026).

Pernyataan itu menandai babak baru dalam kasus penculikan yang sebelumnya menyisakan ketidakpastian nasib para korban. Hingga kini, masih terdapat tujuh pekerja yang dinyatakan hilang dan belum diketahui keberadaannya. Aparat keamanan Meksiko masih melakukan pencarian dan penyelidikan untuk mengungkap jaringan pelaku serta motif di balik penculikan tersebut.

Dari sisi perusahaan, Vizsla Silver menyampaikan pernyataan resmi terkait peristiwa ini. Manajemen mengaku telah menerima kabar duka dari pihak keluarga korban, meskipun masih menunggu konfirmasi formal dari otoritas pemerintah Meksiko.

“Perusahaan sangat terpukul oleh hasil ini dan kehilangan nyawa yang tragis,” kata Presiden Vizsla Silver, Michael Konnert.

Ia menegaskan bahwa perusahaan menempatkan keselamatan pekerja sebagai prioritas utama, terutama dalam situasi krisis seperti ini. Vizsla Silver juga menyatakan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pihak berwenang serta keluarga korban.

“Fokus kami tetap pada pemulihan yang aman bagi mereka yang masih hilang,” tambahnya.

Kasus ini tidak hanya menjadi tragedi kemanusiaan, tetapi juga memperkuat kekhawatiran terhadap kondisi keamanan di sejumlah wilayah Meksiko, khususnya di negara bagian Sinaloa yang dikenal rawan konflik dan kejahatan terorganisasi. Aktivitas kelompok kriminal bersenjata, penculikan, serta kekerasan terhadap warga sipil dan pekerja industri kerap terjadi di wilayah tersebut, termasuk di sektor pertambangan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Para pengamat menilai, tragedi ini menjadi peringatan serius bagi perusahaan multinasional yang beroperasi di daerah rawan konflik agar memperketat sistem keamanan, perlindungan tenaga kerja, serta manajemen risiko operasional. Perlindungan terhadap pekerja lokal dinilai tidak hanya sebagai tanggung jawab negara, tetapi juga sebagai kewajiban moral dan hukum perusahaan.

Sementara itu, keluarga korban kini menunggu kejelasan nasib para pekerja yang masih hilang. Selain duka mendalam atas korban yang telah ditemukan meninggal dunia, harapan untuk menemukan korban lainnya dalam keadaan selamat masih terus disuarakan.

Tragedi ini memperlihatkan bahwa persoalan keamanan pekerja di kawasan industri ekstraktif tidak bisa dipandang sebagai risiko biasa, melainkan sebagai isu serius yang menyangkut keselamatan jiwa manusia. Kasus penculikan ini kini menjadi perhatian internasional, sekaligus sorotan terhadap kompleksitas hubungan antara investasi asing, keamanan wilayah, dan perlindungan tenaga kerja lokal di Meksiko. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional Kasus