Gempa 4,5 M Guncang Mentawai, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa 4,5 M Guncang Mentawai, Tidak Berpotensi Tsunami

Bagikan:

JAKARTA – Gempa bumi kembali terjadi di wilayah perairan barat Sumatra Barat. Kali ini, guncangan bermagnitudo 4,5 dilaporkan mengguncang Kabupaten Kepulauan Mentawai pada Senin (05/01/2026) pagi. Peristiwa seismik tersebut terjadi sekitar pukul 07.33 WIB dan terpantau memiliki kedalaman dangkal, yakni 10 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa gempa tersebut berpusat cukup jauh dari daratan Mentawai. Berdasarkan hasil analisis sementara, episenter gempa berada pada koordinat 3,07 Lintang Selatan dan 96,63 Bujur Timur, atau sekitar 346 kilometer dari wilayah Mentawai.

BMKG menjelaskan bahwa gempa dengan kedalaman dangkal umumnya disebabkan oleh aktivitas sesar aktif atau pergerakan lempeng tektonik di wilayah tersebut. Meski demikian, lokasi pusat gempa yang berada di laut lepas membuat dampak guncangan di daratan relatif terbatas.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyampaikan informasi teknis gempa secara rinci. “Gempa Mag:4.5, 05-Jan-2026 07:33:48WIB, Lok:3.07LS, 96.63BT (346 km BaratDaya KEP-MENTAWAI-SUMBAR), Kedlmn:10 Km,” tulis BMKG dalam keterangannya dikutip Senin (05/01/2026).

Hingga laporan ini disusun, BMKG menyatakan belum menerima informasi terkait adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa guncangan tidak menimbulkan dampak signifikan di wilayah permukiman penduduk. Namun, masyarakat di daerah pesisir dan sekitarnya tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.

BMKG juga mengimbau warga agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar melalui media sosial. Informasi resmi terkait gempa bumi dan potensi dampaknya hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi BMKG dan instansi terkait lainnya.

Meski gempa ini tidak dilaporkan berpotensi tsunami, masyarakat tetap diingatkan untuk memahami langkah-langkah mitigasi bencana. Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang rawan aktivitas gempa bumi, sehingga kesiapsiagaan menjadi hal penting untuk meminimalkan risiko jika terjadi gempa susulan.

BMKG juga menegaskan bahwa data yang disampaikan bersifat sementara dan dapat mengalami pembaruan seiring masuknya data tambahan dari berbagai sensor seismik. “Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG.

Wilayah Kepulauan Mentawai dan sekitarnya memang dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat aktivitas seismik cukup tinggi. Oleh karena itu, gempa bumi dengan kekuatan kecil hingga menengah relatif sering terjadi. Meski sebagian besar tidak menimbulkan kerusakan, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan daerah rawan bencana.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan petugas terkait apabila terjadi gempa susulan. Informasi terkini mengenai aktivitas gempa bumi dapat dipantau melalui aplikasi dan situs resmi BMKG. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Breaking News Nasional