Gempa M 5,8 Guncang Afghanistan, Satu Keluarga Tewas di Kabul

Gempa M 5,8 Guncang Afghanistan, Satu Keluarga Tewas di Kabul

Bagikan:

KABUL – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 yang mengguncang wilayah utara dan timur Afghanistan hingga bagian barat Pakistan pada Jumat (03/04/2026) malam menewaskan sedikitnya delapan orang di Kabul. Seluruh korban dilaporkan berasal dari satu keluarga setelah sebuah rumah di pinggiran ibu kota runtuh akibat guncangan.

Pusat Seismologi Euro-Mediterania dan Survei Geologi Amerika Serikat (United States Geological Survey / USGS) mencatat pusat gempa berada di Pegunungan Hindu Kush, sekitar 150 kilometer di timur Kota Kunduz. Gempa terjadi pada kedalaman lebih dari 180 kilometer, sehingga getarannya terasa luas hingga sejumlah kota di Pakistan.

Juru bicara Gubernur Kabul, Hafizullah Basharat, menyampaikan korban jiwa berasal dari satu rumah yang ambruk akibat guncangan.

“Delapan orang tewas dan seorang anak terluka ketika sebuah rumah runtuh. Seluruh korban merupakan satu keluarga,” ujarnya, sebagaimana dilansir PBS News, Sabtu (04/04/2026).

Meski pusat gempa berada sekitar 290 kilometer dari Kabul, dampak paling fatal justru terjadi di kawasan pinggiran ibu kota. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan besar maupun korban tambahan dari wilayah yang lebih dekat dengan episentrum yang berada di daerah terpencil.

Di Pakistan, getaran turut dirasakan di Islamabad, Peshawar, Chitral, Swat, dan Shangla, menurut Departemen Meteorologi Pakistan. Namun, otoritas setempat belum menerima laporan adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan, Sharafat Zaman, mengatakan fasilitas kesehatan di Kabul dan sejumlah provinsi telah disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan korban tambahan serta penanganan warga terdampak.

Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya kerentanan Afghanistan terhadap bencana gempa bumi. Infrastruktur yang terbatas serta banyaknya rumah berbahan tanah liat dan kayu membuat wilayah tersebut sangat rentan terhadap kerusakan, terutama di kawasan terpencil. Dalam beberapa tahun terakhir, gempa besar berulang kali menelan ribuan korban jiwa di negara itu. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Peristiwa