JAKARTA – Aktivitas kegempaan kembali terjadi di wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten Gunungkidul dilaporkan mengalami guncangan gempa bumi pada Senin (15/12/2025) pagi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.26 WIB dan sempat dirasakan oleh sebagian warga, meskipun tidak menimbulkan kepanikan.
Berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tergolong gempa dangkal dengan kedalaman pusat gempa sekitar 10 kilometer. Episenter gempa terletak di wilayah laut, cukup jauh dari daratan, sehingga dampaknya relatif terbatas.
BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 9,03 Lintang Selatan dan 110,37 Bujur Timur. Lokasi tersebut berada sekitar 118 kilometer di barat daya Kabupaten Gunungkidul, DIY. Dari hasil analisis sementara, kekuatan gempa tercatat sebesar magnitudo 3,9.
Dalam keterangan resminya, BMKG menyampaikan informasi teknis terkait kejadian tersebut. “Gempa Mag:3.9, 15-Dec-2025 06:26:19WIB, Lok:9.03LS, 110.37BT (118 km BaratDaya GUNUNGKIDUL-DIY), Kedlmn:10 Km,” tulis BMKG dalam keterangannya dikutip Senin (15/12/2025).
Hingga laporan ini disusun, BMKG belum menerima informasi adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan tersebut. Intensitas gempa yang relatif kecil serta jarak pusat gempa yang cukup jauh dari pemukiman diduga menjadi faktor minimnya dampak yang ditimbulkan.
Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Wilayah selatan Pulau Jawa dikenal sebagai kawasan rawan gempa karena berada di jalur pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia. Oleh sebab itu, aktivitas gempa bumi merupakan fenomena alam yang perlu disikapi dengan kesiapsiagaan, bukan kepanikan.
BMKG menegaskan bahwa informasi awal gempa disampaikan dengan mengutamakan kecepatan sebagai bentuk peringatan dini kepada masyarakat.
“Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG.
Pihak berwenang juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama yang beredar di media sosial. Warga diimbau untuk selalu merujuk pada sumber resmi seperti BMKG untuk memperoleh informasi akurat terkait kejadian gempa bumi.
Selain itu, masyarakat di wilayah rawan gempa diharapkan terus memahami langkah-langkah mitigasi bencana, mulai dari mengenali jalur evakuasi, memastikan bangunan tempat tinggal memenuhi standar keamanan, hingga menyiapkan perlengkapan darurat. Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko jika sewaktu-waktu terjadi gempa dengan kekuatan lebih besar.
Gempa yang terjadi di Gunungkidul ini menjadi pengingat bahwa aktivitas tektonik di wilayah Indonesia masih terus berlangsung. Meski tidak menimbulkan dampak signifikan, kejadian tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, khususnya gempa bumi. []
Diyan Febriana Citra.
