Gempa Magnitudo 4,0 Guncang Perairan Tanggamus

Gempa Magnitudo 4,0 Guncang Perairan Tanggamus

Bagikan:

JAKARTA — Aktivitas seismik kembali terjadi di wilayah perairan Provinsi Lampung. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,0 tercatat mengguncang kawasan Kabupaten Tanggamus pada Sabtu (03/01/2026) pagi. Meski tidak berpotensi menimbulkan tsunami, peristiwa ini menjadi pengingat akan kerawanan gempa di wilayah pesisir barat Sumatra.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut terjadi pada pukul 07.39.02 WIB. Berdasarkan data awal, episenter gempa berada pada koordinat 6,48 Lintang Selatan (LS) dan 103,97 Bujur Timur (BT). Lokasi pusat gempa terdeteksi berada di laut dengan jarak sekitar 136 kilometer arah barat daya dari Kabupaten Tanggamus, Lampung.

BMKG mencatat gempa tersebut memiliki kedalaman 22 kilometer. Dengan kedalaman tersebut, gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal yang umumnya disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di zona subduksi. Meski kekuatannya relatif sedang, gempa dangkal tetap berpotensi dirasakan oleh masyarakat, terutama di wilayah pesisir.

Melalui akun media sosial resminya, BMKG menyampaikan informasi gempa tersebut secara cepat kepada publik. “#Gempa Mag:4.0, 03-Jan-2026 07:39:02WIB, Lok:6.48LS, 103.97BT (136 km BaratDaya TANGGAMUS-LAMPUNG), Kedlmn:22 Km #BMKG,” tulis BMKG di akun X.

BMKG juga menegaskan bahwa informasi yang disampaikan bersifat sementara dan dapat mengalami pembaruan seiring masuknya data tambahan dari stasiun pemantau gempa.

”Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” lanjutnya.

Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi resmi mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut. Sejumlah warga di wilayah pesisir Lampung dilaporkan merasakan getaran ringan, namun tidak menimbulkan kepanikan. Aktivitas masyarakat pun tetap berjalan normal setelah gempa terjadi.

Wilayah Lampung dan sekitarnya memang dikenal sebagai salah satu kawasan rawan gempa karena berada di jalur pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Aktivitas subduksi di sepanjang zona megathrust Sumatra kerap memicu gempa bumi, baik di darat maupun di laut. Oleh karena itu, BMKG terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik, serta selalu mengikuti informasi resmi dari sumber yang dapat dipercaya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi terkait gempa bumi, termasuk isu potensi tsunami yang tidak disertai keterangan resmi. Untuk mengantisipasi risiko, masyarakat diimbau memastikan bangunan tempat tinggal memenuhi standar keamanan serta memahami langkah-langkah mitigasi bencana gempa bumi.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait di Lampung terus melakukan pemantauan situasi pascagempa. Jika terjadi gempa susulan atau perubahan signifikan pada data gempa, BMKG akan segera menyampaikan pembaruan informasi kepada publik.

Peristiwa gempa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa. Edukasi dan kesadaran mitigasi dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko saat bencana alam terjadi. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Breaking News Nasional