Gempa Magnitudo 5 Guncang Bolaang Mongondow Selatan

Gempa Magnitudo 5 Guncang Bolaang Mongondow Selatan

Bagikan:

JAKARTA – Aktivitas seismik kembali terjadi di wilayah Sulawesi Utara setelah gempa bumi bermagnitudo 5 mengguncang Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Rabu (18/02/2026) dini hari. Gempa tersebut tercatat memiliki kedalaman 13 kilometer dan dirasakan oleh sebagian warga di wilayah sekitar pusat gempa, meskipun hingga kini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan maupun korban jiwa.

Berdasarkan informasi yang disampaikan BMKG, pusat gempa berada di laut, sekitar 96 kilometer tenggara wilayah Bolaang Uki, ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Informasi awal ini disampaikan BMKG melalui akun media sosial resminya di platform X.

“Gempa 96 km Tenggara BOLAANGUKI-BOLSEL-SULUT,” tulis BMKG melalui akun X-nya, Rabu (18/02/2026).

Gempa terjadi pada pukul 02.24 WIB atau sekitar 03.24 WITA. Titik koordinat gempa berada pada 0,18 lintang selatan dan 124,66 bujur timur. Dengan kedalaman yang tergolong dangkal, guncangan berpotensi dirasakan di sejumlah wilayah, terutama daerah pesisir Sulawesi Utara yang berdekatan dengan pusat gempa.

Meski demikian, BMKG belum mengeluarkan peringatan dini tsunami terkait peristiwa ini. Hal tersebut mengindikasikan bahwa gempa tidak memiliki potensi untuk memicu gelombang laut besar yang membahayakan wilayah pesisir. Kendati begitu, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari instansi terkait.

BMKG juga menegaskan bahwa data gempa yang disampaikan pada tahap awal masih bersifat sementara. “Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” jelasnya. Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa parameter gempa, seperti magnitudo maupun lokasi episenter, masih berpotensi mengalami pembaruan setelah proses analisis lanjutan selesai dilakukan.

Wilayah Sulawesi Utara memang dikenal sebagai salah satu daerah rawan gempa di Indonesia. Letaknya yang berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif membuat kawasan ini kerap mengalami aktivitas seismik, baik dengan magnitudo kecil maupun menengah. Oleh karena itu, gempa yang terjadi di Bolaang Mongondow Selatan menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa.

Hingga Rabu pagi, belum ada laporan resmi dari pemerintah daerah maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terkait dampak gempa tersebut. Aparat di daerah diperkirakan masih melakukan pemantauan lapangan untuk memastikan kondisi masyarakat serta infrastruktur pascagempa.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak terpancing oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga diminta untuk selalu mengacu pada sumber resmi dan tetap tenang, terutama jika terjadi gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil yang kerap menyertai gempa utama.

Selain itu, masyarakat di wilayah Sulawesi Utara disarankan untuk memahami langkah-langkah mitigasi bencana gempa bumi, seperti mencari tempat aman saat guncangan terjadi dan memastikan jalur evakuasi di lingkungan masing-masing tetap dapat diakses. Kesiapan individu dan komunitas menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko saat bencana alam terjadi secara tiba-tiba. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional