ISTANBUL – Aktivitas seismik kembali dirasakan di wilayah Turki, tepatnya di Kota Istanbul, pada Jumat (23/01/2026) malam waktu setempat. Getaran gempa bumi tersebut dirasakan oleh warga di sejumlah kawasan, khususnya di wilayah barat Istanbul, dan memicu kekhawatiran masyarakat mengingat kota tersebut berada di zona rawan gempa.
Berdasarkan laporan koresponden RIA Novosti, gempa dirasakan sekitar pukul 00.26 waktu setempat pada Sabtu dini hari. Getaran tersebut membuat sebagian warga terbangun dari tidur dan langsung memeriksa kondisi sekitar. Sejumlah warga juga mengaku menerima notifikasi peringatan gempa melalui aplikasi peringatan dini di ponsel mereka, yang mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
Lembaga pemantau gempa Kandilli Observatory and Earthquake Research Institute (KOERI) Turki mencatat gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 5,2. Episentrum gempa berada di dekat Kota Sindirgi, yang terletak di Provinsi Balikesir. Lokasi pusat gempa ini berada cukup jauh dari Istanbul, namun kekuatannya masih dapat dirasakan hingga ke wilayah ibu kota dan sekitarnya.
Meski guncangan dirasakan cukup jelas, hingga laporan ini disusun belum ada informasi resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Otoritas setempat terus melakukan pemantauan dan pengumpulan data untuk memastikan dampak yang ditimbulkan, khususnya di wilayah sekitar pusat gempa di Provinsi Balikesir.
Istanbul sendiri dikenal sebagai salah satu kota besar di dunia yang berada di jalur patahan aktif. Sejarah mencatat sejumlah gempa besar pernah mengguncang wilayah ini, sehingga setiap aktivitas seismik kerap memicu kekhawatiran luas di kalangan masyarakat. Pemerintah Turki secara rutin mengingatkan warga untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan memahami langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa terjadi.
Peringatan gempa yang diterima warga melalui aplikasi ponsel menunjukkan upaya pemerintah dan lembaga terkait dalam memperkuat sistem peringatan dini. Sistem tersebut diharapkan dapat memberikan waktu bagi masyarakat untuk mengantisipasi risiko, meskipun jeda waktu antara peringatan dan guncangan sering kali sangat singkat.
Sejumlah warga memilih keluar rumah untuk sementara waktu setelah merasakan gempa, sementara lainnya tetap berada di dalam rumah sambil memantau perkembangan informasi dari sumber resmi. Aktivitas di beberapa kawasan dilaporkan sempat terhenti sesaat, terutama di lingkungan permukiman padat.
Pakar kebencanaan kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa susulan. Masyarakat diimbau untuk memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman, menyiapkan tas darurat, serta mengikuti arahan dari otoritas setempat. Selain itu, informasi resmi dari lembaga pemantau gempa diharapkan menjadi rujukan utama agar tidak terjadi kepanikan akibat informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Gempa yang terasa di Istanbul ini menambah daftar aktivitas seismik yang terjadi di Turki sepanjang awal 2026. Pemerintah dan lembaga terkait terus memperkuat upaya mitigasi bencana sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi risiko dan dampak gempa bumi di wilayah tersebut. []
Diyan Febriana Citra.

