JAKARTA – Pemerintah pusat kembali menegaskan perhatian serius terhadap wilayah terdampak bencana alam. Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (30/01/2026), guna memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir bandang dan longsor berjalan sesuai rencana serta kebutuhan masyarakat di lapangan.
Kunjungan ini dilakukan sekitar dua bulan setelah bencana besar melanda wilayah tersebut pada akhir tahun lalu. Bencana tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak luas terhadap sektor pendidikan, kesehatan, serta kehidupan sosial-ekonomi masyarakat setempat. Pemerintah menilai fase pemulihan pascabencana menjadi tahap krusial yang membutuhkan pengawasan langsung dari pusat agar program rehabilitasi berjalan efektif.
Berdasarkan keterangan resmi Biro Sekretariat Wakil Presiden, perjalanan Wapres dimulai sejak pukul 06.30 WIB. Gibran bersama rombongan terbatas bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma menuju Bandara Soewondo, Medan, sebelum melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Aceh Tamiang menggunakan helikopter. Skema perjalanan ini dipilih untuk mempercepat mobilisasi dan memastikan agenda kunjungan dapat berjalan sesuai jadwal.
Wapres dijadwalkan mendarat di Lapangan Bima Patra, Kabupaten Aceh Tamiang, sekitar pukul 09.27 WIB. Agenda pertama adalah meninjau kegiatan pembelajaran pascabencana di SMP Negeri 1 Karang Baru. Kunjungan ke sekolah ini mencerminkan fokus pemerintah pada pemulihan sektor pendidikan, yang dinilai sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan masa depan generasi muda di daerah terdampak bencana.
Selain sektor pendidikan, Wapres juga dijadwalkan mengunjungi RSUD Aceh Tamiang untuk melihat secara langsung kesiapan layanan kesehatan pascabencana. Rumah sakit daerah menjadi salah satu titik strategis dalam pemulihan karena berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, termasuk korban bencana yang masih membutuhkan perawatan lanjutan.
Agenda kunjungan juga mencakup peninjauan posko pengungsian serta lokasi pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak. Pembangunan hunian sementara menjadi tahap penting sebelum proses relokasi permanen dilakukan, sekaligus menjadi indikator nyata progres pemulihan fisik infrastruktur pascabencana.
Kunjungan kerja ini sekaligus menunjukkan pendekatan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada pemulihan jangka menengah dan panjang. Pemerintah ingin memastikan bahwa pemulihan tidak berhenti pada perbaikan fisik, tetapi juga mencakup pemulihan layanan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga akses terhadap hunian layak.
Kehadiran Wapres di Aceh Tamiang juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kehadiran negara secara nyata dalam setiap fase penanganan bencana. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta kementerian terkait menjadi kunci agar pemulihan berjalan terintegrasi dan berkelanjutan.
Dalam konteks pembangunan daerah, kunjungan ini juga memperkuat pesan bahwa wilayah terdampak bencana tetap menjadi prioritas nasional dalam agenda pembangunan. Negara tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga dalam proses panjang pemulihan yang menentukan kualitas hidup masyarakat ke depan.
Setelah seluruh rangkaian agenda selesai, Wapres dijadwalkan kembali ke Jakarta pada hari yang sama. Kunjungan singkat ini membawa pesan strategis bahwa pemulihan pascabencana bukan sekadar program administratif, melainkan komitmen nyata negara dalam melindungi dan memulihkan kehidupan warganya secara menyeluruh. []
Diyan Febriana Citra.

