JAKARTA – Suasana meriah mewarnai gelaran Festival Bandeng Rawa Belong 2026 yang berlangsung di Jalan Sukabumi Utara, Jakarta Barat, Sabtu (14/02/2026). Ratusan warga memadati kawasan tersebut untuk berburu bandeng berukuran besar menjelang perayaan Imlek. Di tengah antusiasme pengunjung dan pedagang, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, turut hadir membuka acara sekaligus meninjau langsung aktivitas jual beli di lokasi festival.
Kehadiran orang nomor satu di Jakarta itu menjadi perhatian pengunjung. Saat menyusuri deretan tenda pedagang yang membentang sepanjang kurang lebih 500 meter, Pramono tampak berbincang dengan sejumlah penjual ikan bandeng. Ia bahkan secara khusus meminta ditunjukkan bandeng dengan ukuran paling besar yang tersedia di arena festival.
“Cariin yang paling gede, berapa kilo itu,” tanya Pramono ke pedagang.
Salah satu pedagang kemudian menunjukkan bandeng berukuran jumbo dengan berat 14,5 kilogram (kg). Bandeng tersebut termasuk yang terbesar di lokasi dan dijual dengan kisaran harga Rp 60.000 hingga Rp 65.000 per kilogram.
“Ada 14,5 kilogram” kata pedagang.
Tanpa ragu, Pramono memutuskan membeli bandeng tersebut. Ia pun menyampaikan niatnya untuk menyerahkan ikan itu kepada Wali Kota agar dapat diolah lebih lanjut.
“Ya, udah saya bayarin. Nanti kasih ke Bu Wali biar dimasakin” jawab pramono sambil tertawa.
Festival Bandeng Rawa Belong tahun ini digelar tidak di jalan utama Rawa Belong seperti biasanya, melainkan di ruas Jalan Sukabumi Utara yang masih memungkinkan kendaraan roda empat melintas. Penataan tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak penutupan jalan terhadap aktivitas masyarakat sekitar. Meski demikian, arus lalu lintas di kawasan Rawa Belong tetap mengalami kepadatan sepanjang kurang lebih 500 meter hingga arah Kampus Bina Nusantara (Binus) saat acara pembukaan berlangsung.
Sepanjang lokasi festival, tenda-tenda putih milik pedagang tersusun rapi di sisi kiri jalan. Puluhan pedagang menawarkan bandeng dengan berbagai ukuran, mulai dari ukuran konsumsi rumah tangga hingga ukuran jumbo yang menjadi daya tarik utama festival. Transaksi jual beli berlangsung ramai, terutama karena tradisi membeli bandeng menjelang Imlek telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Betawi dan warga Jakarta pada umumnya.
Selain membeli bandeng terbesar, Pramono juga menyalami warga dan pedagang yang hadir. Ia terlihat beberapa kali berhenti untuk berbincang singkat dan mendengarkan aspirasi pelaku usaha kecil yang menggantungkan pendapatan pada momentum tahunan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, rangkaian acara pembukaan Festival Bandeng masih berlangsung. Pramono dijadwalkan memberikan sambutan resmi di panggung utama sebagai bagian dari seremoni pembukaan. Pemerintah Provinsi Jakarta berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya bagi pedagang ikan di kawasan Rawa Belong.
Kemeriahan festival tahun ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap tradisi bandeng Imlek. Di sisi lain, pengaturan lalu lintas dan keamanan menjadi perhatian aparat agar kegiatan serupa tetap berjalan tertib tanpa mengganggu mobilitas warga secara signifikan. []
Diyan Febriana Citra.

