Herzog Tolak Ampuni Netanyahu Secara Cuma-Cuma

Herzog Tolak Ampuni Netanyahu Secara Cuma-Cuma

Bagikan:

TEL AVIV – Pernyataan Presiden Israel Isaac Herzog mengenai permintaan pengampunan Benjamin Netanyahu kembali memicu perdebatan publik di Israel. Dalam sebuah pernyataan video pada Senin (01/12/2025), Herzog menegaskan bahwa penanganan permohonan grasi tersebut tidak akan dipengaruhi tekanan politik ataupun suara-suara keras yang berkembang di masyarakat. Ia menilai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menimbulkan keresahan sehingga tidak ada alasan bagi kantor kepresidenan untuk memberikan pengampunan secara cuma-cuma.

Herzog menyampaikan bahwa permohonan grasi setebal 111 halaman yang diajukan Netanyahu sehari sebelumnya akan diperiksa secara hati-hati. Ia menegaskan, “Permintaan itu akan ditangani dengan cara yang paling bijak dan tepat,” seraya menambahkan bahwa ia hanya akan mempertimbangkan “kebaikan negara dan masyarakat Israel.”

Pernyataan ini menjadi babak baru dalam dinamika politik Israel yang selama beberapa tahun terakhir dipenuhi ketegangan akibat proses hukum terhadap Netanyahu. Herzog mengakui bahwa perdebatan publik mengenai permohonan grasi tersebut semakin meluas, tetapi ia menekankan bahwa wacana publik yang penuh kekerasan tidak akan memengaruhi pertimbangannya.

“Permintaan ini memicu perdebatan luas di berbagai kalangan. Namun, satu hal yang jelas bagi saya, wacana penuh kekerasan tidak akan memengaruhi keputusan saya. Sebaliknya, diskusi yang penuh rasa hormat justru mendorong dialog yang sehat,” ujarnya.

Dalam upaya menjaga transparansi proses, Herzog bahkan mengundang masyarakat Israel untuk menyampaikan pendapat melalui situs resmi Kediaman Presiden. Langkah itu dianggap sebagai cara untuk memperluas partisipasi publik dalam isu yang menyangkut kepemimpinan nasional.

Menurut laporan Times of Israel, Herzog diperkirakan membutuhkan waktu beberapa pekan untuk membuat keputusan final. Selama periode itu, ia juga dijadwalkan mengunjungi New York guna bertemu komunitas Yahudi. Belum jelas apakah ia akan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam kunjungan tersebut. Laporan Ynet menyebutkan tidak ada agenda pertemuan yang direncanakan. Meski begitu, Trump sebelumnya secara terbuka menyerukan pengampunan bagi Netanyahu dan bahkan menyindir proses hukum yang sedang berjalan. Dalam pidatonya di Knesset, ia mengatakan, “Memangnya ada yang peduli dengan cerutu dan sampanye?” mengacu pada hadiah yang diduga diterima Netanyahu.

Trump juga mengirim surat resmi kepada Herzog, menyebut dakwaan terhadap Netanyahu sebagai penuntutan yang bersifat politis. Meski demikian, ia tetap menegaskan penghormatan terhadap independensi peradilan Israel.

Sementara itu, proses hukum Netanyahu masih berlangsung. Ia menghadapi satu dakwaan suap serta tiga dakwaan penipuan dan pelanggaran kepercayaan. Kasus-kasus tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan hadiah mewah hingga upaya mempengaruhi pemberitaan media. Netanyahu membantah seluruh tuduhan dan menyebutnya sebagai bagian dari kudeta politik. Para analis memprediksi perjalanan kasus ini masih bisa berlangsung panjang.

Meskipun mengajukan pengampunan, Netanyahu tidak menunjukkan niat untuk mundur dari jabatannya sebagai perdana menteri, sehingga polemik ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan publik Israel dalam waktu dekat. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional