Hujan Ganggu Lalu Lintas, Sejumlah Rute Transjakarta Terlambat

Hujan Ganggu Lalu Lintas, Sejumlah Rute Transjakarta Terlambat

Bagikan:

JAKARTA – Mobilitas warga Jakarta pada Kamis (22/01/2026) pagi terganggu akibat keterlambatan sejumlah layanan bus Transjakarta dan Mikrotrans. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi faktor cuaca dan situasi lalu lintas di berbagai titik, khususnya hujan yang mengguyur sebagian wilayah ibu kota sejak dini hari serta aktivitas eksternal yang berdampak langsung pada kelancaran perjalanan kendaraan umum.

Manajemen Transjakarta mengonfirmasi adanya penyesuaian layanan di sejumlah koridor dan rute pengumpan. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa keterlambatan tidak dapat dihindari karena kondisi lalu lintas yang melambat di tengah hujan dan sejumlah kendala lainnya.

“Keterlambatan dan penyesuaian layanan Kamis (22/01/2026) pagi, akibat kendala lalu lintas saat hujan dan sejumlah faktor eksternal lainnya,” kata Ayu Wardhani di Jakarta.

Salah satu wilayah yang terdampak cukup signifikan adalah Petukangan. Di kawasan ini, keterlambatan dialami bus Koridor 13 serta beberapa rute pengumpan, yakni rute 13B (Puri Beta–Pancoran), L13E (Puri Beta 2–Flyover Kuningan), dan Mikrotrans JAK 107 (Jembatan Garden–Puri Beta). Kepadatan lalu lintas terjadi sejak Petukangan hingga kolong Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR), yang semakin parah saat hujan turun.

Situasi serupa juga terjadi di wilayah Matraman. Sejumlah rute Koridor 4 dan turunannya mengalami perlambatan akibat kepadatan lalu lintas arah Galunggung. Rute yang terdampak meliputi Koridor 4 (Pulo Gadung–Galunggung), 4C (JIEP–Bundaran Senayan), 4D (Pulo Gadung 2–Kuningan), serta 4K (Pulo Gadung–Kejaksaan Agung). Hujan membuat arus kendaraan bergerak lebih lambat, sehingga memengaruhi ketepatan waktu kedatangan bus.

Di kawasan Jakarta Utara, khususnya Tanjung Priok, keterlambatan layanan dipengaruhi oleh aktivitas bongkar-muat kontainer di sekitar pelabuhan. Sejumlah koridor dan rute Mikrotrans terdampak, antara lain Koridor 10 (Tanjung Priok–PGC), Koridor 12 (Pluit–Tanjung Priok), rute 10D (Tanjung Priok–Kampung Rambutan), serta Mikrotrans JAK 01 (Tanjung Priok–Plumpang) dan JAK 03 (Lebak Bulus–Andara). Selain itu, rute 05 (Semper–Rorotan), 15 (Tanjung Priok–Marunda), 29 (Tanjung Priok–Sukapura), 58 (Cilincing–Rusun Padat Karya), 115 (Tanjung Priok–Pegangsaan), dan 117 (Tanjung Priok–Tanah Merdeka) juga mengalami dampak serupa.

Tak hanya keterlambatan, penyesuaian layanan juga dilakukan pada rute 3E (Puri Kembangan–Sentraland Cengkareng). Bus pada rute ini sementara tidak melayani halte Royal Palem 1 hingga Mall Taman Palem 1 karena adanya genangan air di Jalan Gunung Merapi, yang dinilai berisiko bagi keselamatan operasional.

Menanggapi kondisi tersebut, Transjakarta memastikan timnya telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengaturan dan mitigasi agar dampak keterlambatan tidak semakin meluas.

“Tim kami sedang melakukan mitigasi di lapangan untuk meminimalkan dampak keterlambatan akibat kepadatan lalu lintas saat hujan serta aktivitas bongkar-muat di kawasan pelabuhan,” ujar dia.

Transjakarta juga mengimbau para pengguna layanan untuk memantau informasi terkini melalui kanal resmi dan mempertimbangkan waktu perjalanan tambahan saat kondisi cuaca buruk, sembari memastikan komitmen perusahaan untuk tetap memberikan layanan transportasi publik yang aman dan andal. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional