JAKARTA – Pergerakan pasar saham domestik pada awal pekan menunjukkan sinyal optimisme investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka di zona hijau pada perdagangan Senin (09/02/2026) pagi, mencerminkan sentimen positif pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi dan pasar keuangan nasional.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat menguat 19,04 poin atau naik 0,24 persen ke level 7.954,30. Penguatan ini menandai awal pekan yang cukup konstruktif bagi pasar saham Indonesia, setelah beberapa hari sebelumnya pergerakan indeks cenderung fluktuatif mengikuti dinamika global dan regional.
Sejalan dengan penguatan IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga bergerak positif. Indeks yang merepresentasikan 45 saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi besar tersebut naik 2,60 poin atau 0,32 persen ke posisi 818,18. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa minat beli investor tidak hanya terfokus pada saham-saham lapis kedua, tetapi juga mengalir ke saham-saham blue chip yang selama ini menjadi tulang punggung pergerakan pasar.
Penguatan pada pembukaan perdagangan mencerminkan respons pasar terhadap kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, sentimen pasar internasional yang relatif stabil memberikan ruang bagi investor untuk kembali mengambil posisi di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Stabilitas nilai tukar, pergerakan harga komoditas yang cenderung terkendali, serta arah kebijakan moneter global yang lebih terprediksi turut memberikan sentimen positif bagi pasar saham regional.
Dari sisi domestik, kepercayaan investor juga didorong oleh ekspektasi terhadap kinerja ekonomi nasional yang tetap solid. Aktivitas konsumsi domestik yang masih terjaga, belanja pemerintah yang terus berjalan, serta kinerja sektor-sektor strategis seperti perbankan, energi, dan infrastruktur menjadi faktor fundamental yang menopang optimisme pasar.
Selain itu, penguatan IHSG di awal perdagangan juga mencerminkan strategi pelaku pasar yang mulai melakukan akumulasi saham-saham berfundamental kuat setelah sebelumnya terjadi koreksi terbatas di beberapa sektor. Saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya di sektor keuangan dan konsumsi, menjadi motor penggerak utama yang mendorong indeks bergerak naik.
Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi pergerakan indeks ke depan. Dinamika ekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral dunia, serta perkembangan geopolitik internasional masih menjadi faktor eksternal yang berpotensi memicu volatilitas pasar. Di sisi lain, dari dalam negeri, investor juga memperhatikan arah kebijakan fiskal dan moneter, realisasi anggaran, serta data-data ekonomi makro yang akan dirilis dalam waktu dekat.
Penguatan IHSG dan LQ45 pada awal perdagangan ini menjadi indikator awal bahwa kepercayaan pasar masih terjaga. Namun, analis pasar mengingatkan bahwa pergerakan indeks sepanjang hari masih sangat dipengaruhi oleh dinamika transaksi, sentimen global, serta respons investor terhadap berbagai informasi ekonomi dan kebijakan yang berkembang.
Dengan dibukanya perdagangan di zona hijau, pasar saham Indonesia memulai pekan dengan sentimen yang relatif positif. Kondisi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pergerakan indeks dan memberikan ruang bagi investor untuk menyusun strategi investasi secara lebih terukur, baik dalam jangka pendek maupun jangka menengah. Meskipun peluang penguatan terbuka, kewaspadaan terhadap risiko tetap menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan pasar yang sehat dan berkelanjutan. []
Diyan Febriana Citra.

