JAKARTA — Pergerakan pasar modal Indonesia mengawali perdagangan Kamis (15/01/2026) pagi dengan sentimen positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat, mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi dan prospek emiten di tengah dinamika global yang masih berlangsung.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat naik 39,71 poin atau 0,44 persen ke level 9.072,29. Kenaikan ini menunjukkan kelanjutan tren penguatan yang terbentuk sejak beberapa sesi sebelumnya, seiring meningkatnya minat beli investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar maupun sektor-sektor unggulan.
Sementara itu, indeks LQ45 yang merepresentasikan 45 saham unggulan dengan likuiditas tinggi juga bergerak searah dengan penguatan IHSG. Indeks ini naik 3,84 poin atau 0,44 persen ke posisi 885,92. Penguatan LQ45 menandakan bahwa saham-saham berfundamental kuat kembali menjadi incaran investor pada awal perdagangan.
“IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi dibuka menguat 39,71 poin atau 0,44 persen ke posisi 9.072,29,” demikian data perdagangan yang tercatat pada pembukaan sesi. Selain itu, “kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,84 poin atau 0,44 persen ke posisi 885,92.”
Penguatan pasar saham domestik ini dinilai sebagai respons atas kombinasi faktor internal dan eksternal. Dari dalam negeri, pelaku pasar masih mencermati stabilitas ekonomi nasional, kinerja korporasi, serta kebijakan pemerintah yang dinilai mampu menjaga momentum pertumbuhan. Optimisme juga muncul seiring ekspektasi terhadap kinerja emiten yang diproyeksikan tetap solid di tengah tantangan global.
Di sisi lain, sentimen global turut memengaruhi pergerakan IHSG. Investor cenderung bersikap lebih selektif namun tetap memanfaatkan peluang di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, yang dinilai memiliki fundamental relatif kuat. Kondisi tersebut mendorong aliran dana masuk ke pasar saham, terutama pada saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45.
Aktivitas perdagangan pada awal sesi juga menunjukkan minat beli yang cukup dominan dibandingkan tekanan jual. Sejumlah saham berkapitalisasi besar tercatat mengalami penguatan, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan. Meski demikian, pelaku pasar tetap mewaspadai potensi fluktuasi yang bisa terjadi seiring rilis data ekonomi global dan dinamika pasar keuangan internasional.
Analis pasar menilai, level psikologis IHSG di atas 9.000 menjadi perhatian utama investor. Bertahannya indeks di atas level tersebut dinilai dapat memperkuat kepercayaan pasar dan membuka peluang penguatan lanjutan. Namun, investor juga diingatkan untuk tetap mencermati risiko koreksi jangka pendek, terutama jika muncul sentimen negatif dari luar negeri.
Dengan dibukanya perdagangan yang positif ini, pasar menantikan arah pergerakan IHSG hingga penutupan sesi. Kinerja indeks sepanjang hari akan sangat dipengaruhi oleh dinamika transaksi investor domestik dan asing, serta sentimen yang berkembang selama jam perdagangan.
Secara keseluruhan, penguatan IHSG dan LQ45 pada awal perdagangan Kamis mencerminkan kepercayaan pasar terhadap stabilitas dan prospek ekonomi nasional. Meski tantangan global masih membayangi, pasar saham Indonesia tetap menunjukkan daya tarik sebagai salah satu tujuan investasi di kawasan regional. []
Diyan Febriana Citra.

