Indonesia Tegaskan Peran Aktif Bela Palestina di Forum PBB

Indonesia Tegaskan Peran Aktif Bela Palestina di Forum PBB

Bagikan:

JAKARTA – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono kembali menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang konsisten memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina di panggung internasional. Komitmen tersebut disampaikan Sugiono saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina Varsen Aghebekian Shahih di sela-sela Segmen Tingkat Tinggi atau High-Level Segment sesi ke-61 Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Human Rights Council) di Jenewa, Swiss, Senin (23/02/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Sugiono menekankan bahwa Indonesia tidak hanya memberikan dukungan politik secara normatif, tetapi juga siap mengambil peran yang lebih konkret dalam mendorong tercapainya perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina. Salah satu langkah yang disampaikan adalah keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Indonesia siap memainkan peran yang lebih substantif dalam mendorong tercapainya perdamaian yang adil dan berkelanjutan, termasuk melalui Board of Peace dan International Stabilization Force (ISF),” tulis Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam keterangan resminya.

Lebih jauh, Sugiono menyampaikan bahwa keterlibatan Indonesia dalam berbagai mekanisme internasional tersebut tetap berorientasi pada kepentingan utama rakyat Palestina, khususnya dalam fase transisi pascakonflik. Pemerintah Indonesia, kata dia, akan berupaya memastikan bahwa setiap proses yang dijalankan tidak mengabaikan hak-hak dasar warga sipil Palestina serta prinsip keadilan internasional.

Salah satu isu yang kembali ditegaskan Indonesia dalam forum tersebut adalah pentingnya solusi dua negara sebagai jalan keluar yang adil dan realistis bagi konflik berkepanjangan di Palestina. Dalam konteks ini, Indonesia juga menyiapkan kontribusi nyata melalui partisipasi pasukan International Stabilization Force.

“Fokus utama kontingen Indonesia adalah perlindungan warga sipil dan dukungan kemanusiaan,” ucap Sugiono dalam keterangannya.

Selain membahas peran di lapangan, pertemuan bilateral itu juga menyinggung pentingnya konsistensi dukungan politik di berbagai forum internasional. Sugiono menyatakan Indonesia akan terus memanfaatkan keanggotaannya di berbagai organisasi global dan regional untuk menggalang solidaritas internasional terhadap Palestina, termasuk melalui forum PBB dan kerja sama negara-negara berkembang.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Indonesia berencana menyelenggarakan sesi khusus mengenai Palestina di Jakarta pada 15 April 2026. Agenda ini akan digelar di sela-sela rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi Developing-8 (D-8) dan diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat dukungan kolektif negara-negara anggota terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Menutup pertemuan, Sugiono juga menyampaikan harapan agar Menteri Luar Negeri Palestina dapat melakukan kunjungan balasan ke Jakarta dalam waktu dekat. Kunjungan tersebut dinilai penting untuk memperdalam koordinasi serta merumuskan langkah-langkah lanjutan yang lebih strategis.

Atas berbagai komitmen tersebut, Menlu Palestina Varsen Aghebekian Shahih menyampaikan apresiasi terhadap peran aktif Indonesia. Ia menilai Indonesia sebagai mitra yang konsisten mengawal kepentingan Palestina di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Pertemuan ini kembali menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang secara aktif menggabungkan diplomasi politik, kemanusiaan, dan multilateral untuk memperjuangkan kemerdekaan serta perlindungan hak asasi rakyat Palestina. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional