TEHERAN – Ketegangan di kawasan Teluk Persia kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah pesawat tempur canggih milik Amerika Serikat (AS) dan Israel di wilayah selatan Pulau Qeshm, Kamis (02/04/2026). Klaim itu muncul hanya sehari setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman serangan lanjutan terhadap Iran dalam dua hingga tiga pekan ke depan.
“Sistem pertahanan udara (Iran) mencegat pesawat tempur canggih milik AS (Amerika Serikat) dan Israel,” bunyi pernyataan resmi dari korps tersebut.
Menurut IRGC, sistem pertahanan udara Iran mendeteksi pesawat tersebut saat melintas di area selatan Pulau Qeshm, lalu melumpuhkannya hingga jatuh ke perairan Teluk Persia. Namun, hingga kini belum ada rincian resmi mengenai jenis pesawat, identitas pilot, maupun bukti independen yang dapat memverifikasi klaim tersebut.
Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa pesawat yang menjadi target jatuh di antara Pulau Hengam dan Qeshm, sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Kamis (02/04/2026). Televisi pemerintah Iran turut menayangkan rekaman video yang diklaim sebagai momen saat pesawat terkena serangan.
Klaim tersebut hadir di tengah eskalasi konflik yang terus memburuk sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan itu dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang dan memicu serangan balasan Teheran menggunakan drone serta rudal ke sejumlah wilayah, termasuk Israel, Irak, Yordania, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Situasi semakin memanas setelah Iran menutup Selat Hormuz secara parsial, yang berdampak langsung pada jalur distribusi energi dunia dan memicu gejolak pasar global. Penutupan jalur strategis tersebut juga menjadi salah satu alasan utama meningkatnya tekanan politik dari Washington.
“Kami akan terus berupaya hingga tujuan kami sepenuhnya tercapai. Berkat kemajuan yang telah kami raih, saya dapat mengatakan bahwa kami berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan semua tujuan AS dalam waktu singkat, sangat singkat,” kata Trump, dikutip dari Al Jazeera.
“Kami akan membawa mereka kembali ke zaman batu tempat mereka seharusnya berada,” sambungnya.
Trump juga memperingatkan Iran bahwa serangan terhadap infrastruktur vital, termasuk pembangkit listrik, akan dilakukan apabila tidak tercapai kesepakatan dalam tenggat waktu yang diberikan.
“Jika selama periode waktu ini tidak ada kesepakatan yang tercapai, kami akan mengincar target-target utama,” papar Trump.
“Jika tidak ada kesepakatan yang tercapai, kami akan menyerang setiap pembangkit listrik mereka dengan sangat keras, dan mungkin secara bersamaan,” sambungnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer AS maupun Israel terkait klaim penembakan pesawat tempur tersebut. Namun, pernyataan IRGC dinilai memperlihatkan bahwa konflik di kawasan masih berpotensi meningkat dan berdampak luas terhadap stabilitas geopolitik serta ekonomi global. []
Redaksi05

