BEIRUT – Sedikitnya 13 personel keamanan negara Lebanon dilaporkan tewas setelah serangan udara Israel menghantam Kota Nabatiyeh di wilayah selatan Lebanon pada Jumat (10/04/2026) waktu setempat. Serangan itu terjadi di tengah persiapan perundingan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel.
Menurut laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (National News Agency/NNA), pesawat tempur Israel melancarkan serangkaian serangan besar ke wilayah Nabatiyeh. Salah satu titik yang mengalami kerusakan parah adalah kantor Keamanan Negara, dengan kobaran api masih terlihat pascaserangan.
Perdana Menteri (PM) Lebanon, Nawaf Salam, menyebut jatuhnya korban dari unsur aparat keamanan semakin memperkuat dorongan pemerintah untuk segera mewujudkan penghentian konflik.
“Kehilangan yang menyakitkan ini hanya memperkuat tekad kami untuk mencapai gencatan senjata yang akan melindungi Lebanon dan rakyat kami di wilayah selatan,” kata Nawaf Salam, sebagaimana dilansir Detiknews, Sabtu, (11/04/2026).
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, juga menyerukan keterlibatan komunitas internasional untuk menghentikan serangan yang terus berulang.
Serangan terbaru ini menambah daftar panjang korban dalam eskalasi militer yang meningkat sejak Rabu (08/04/2026), sehari setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Meski Teheran dan Pakistan selaku mediator menyebut kesepakatan itu juga mencakup wilayah Lebanon, klaim tersebut dibantah oleh Tel Aviv dan Washington.
Data otoritas Lebanon mencatat lebih dari 300 orang, sebagian besar warga sipil, telah tewas sejak gelombang pengeboman dimulai pada Rabu. Selain Nabatiyeh, ancaman serangan juga sempat diarahkan ke kawasan padat penduduk di pinggiran selatan Beirut, termasuk area sekitar rumah sakit besar dan jalur menuju satu-satunya bandara internasional negara itu.
Di sisi lain, militer Israel mengklaim telah menghancurkan lebih dari 4.300 situs milik Hizbullah di Lebanon dan menewaskan lebih dari 1.400 petempur kelompok tersebut. Sementara itu, Hizbullah mengaku membalas dengan rentetan serangan roket ke wilayah utara Israel dan meluncurkan rudal ke pangkalan angkatan laut Israel di Kota Ashdod.
Ketegangan yang terus meningkat menjelang perundingan gencatan senjata menimbulkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan, terutama keselamatan warga sipil dan fasilitas publik vital di Lebanon. []
Redaksi05

