Israel Kembali Serang Lebanon, Pengungsi Bertambah di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran

Israel Kembali Serang Lebanon, Pengungsi Bertambah di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran

Bagikan:

BEIRUT – Gelombang pengungsian warga di Lebanon selatan kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan baru pada Rabu (08/04/2026), meski Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Sedikitnya lebih dari 1.500 orang dilaporkan meninggal dunia dalam beberapa pekan terakhir, sementara lebih dari satu juta warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka akibat eskalasi konflik yang belum mereda.

Serangan terbaru terjadi di sejumlah titik di wilayah selatan Lebanon, termasuk area sekitar Tyre dan Sidon. Israel juga memperbarui perintah evakuasi untuk kawasan lebih dari 40 kilometer, menandakan operasi militer masih terus berlangsung. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga yang sebelumnya berharap kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran dapat meredakan situasi di Lebanon.

Pemerintah Israel menegaskan bahwa kesepakatan penghentian tembak tersebut tidak mencakup Lebanon. Pernyataan itu disampaikan setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut operasi terhadap kelompok Hizbullah tetap berjalan. Sikap tersebut berbeda dengan klaim Pakistan sebagai mediator yang sebelumnya menyatakan Lebanon masuk dalam paket kesepakatan damai.

Sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu (08/04/2026), Kantor Berita Nasional Lebanon (National News Agency / NNA) melaporkan sejumlah serangan masih terjadi di berbagai wilayah selatan, termasuk serangan terhadap sebuah bangunan setelah perintah evakuasi dikeluarkan.

Situasi di lapangan membuat warga belum berani kembali ke rumah masing-masing. Militer Lebanon bahkan memperingatkan para pengungsi agar tidak kembali ke wilayah selatan karena potensi serangan susulan masih tinggi.

Di pinggiran selatan Beirut, suasana masih tampak lengang. Sejumlah keluarga bertahan di tenda pengungsian sambil menunggu perkembangan resmi dari pihak terkait. “Kami menunggu Hezbollah mengeluarkan pernyataan resmi sebelum pulang,” kata Ali Youssef, seorang pekerja pengantar barang berusia 50 tahun yang tinggal di tenda dekat pinggiran kota.

Ia juga menyampaikan kekhawatiran atas masa depan keamanan kawasan. “Iran tidak akan mengecewakan kita jika Israel terus menyerang Lebanon,” sambungnya.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyuarakan harapan agar penghentian konflik benar-benar diperluas ke Lebanon. “Keinginan kami adalah untuk memastikan bahwa gencatan senjata ini sepenuhnya mencakup Lebanon,” ujarnya.

Serangan di Kota Sidon sesaat sebelum pengumuman gencatan senjata juga dilaporkan menewaskan delapan orang. Hingga kini, arus warga yang bergerak menuju selatan masih terbatas, sebagian menggunakan mobil dan sebagian lainnya membawa anak-anak dengan sepeda motor, sementara sebagian besar lainnya memilih tetap bertahan di lokasi pengungsian demi alasan keselamatan. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang