BEIRUT – Gelombang serangan udara kembali mengguncang Lebanon pada Rabu (04/03/2026). Kali ini, sebuah hotel di kawasan Hazmieh, yang berada di dekat Beirut, menjadi sasaran tanpa adanya peringatan sebelumnya. Otoritas setempat menyatakan tim medis dan ambulans telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi, sementara jumlah korban jiwa masih dalam proses verifikasi.
Menurut laporan National News Agency (NNA), serangan tersebut menargetkan Comfort Hotel. Hingga kini, pihak militer Israel Defense Forces belum memberikan keterangan resmi mengenai target spesifik maupun alasan di balik serangan tersebut.
Rekaman visual yang telah diverifikasi oleh Al Jazeera menunjukkan kerusakan signifikan pada bangunan hotel. Jendela-jendela pecah, dinding runtuh, serta puing bangunan berserakan di sekitar titik ledakan. Sejumlah kendaraan di sekitar lokasi juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat dampak ledakan.
Tidak hanya di Hazmieh, dalam beberapa jam terakhir serangan udara juga dilaporkan terjadi di wilayah perbatasan Hazmieh dan Baabda yang termasuk dalam kawasan Beirut Raya. Serangan-serangan tersebut disebut berlangsung tanpa pemberitahuan atau peringatan evakuasi, sehingga memunculkan spekulasi bahwa operasi tersebut merupakan bentuk serangan terarah.
Pada malam sebelumnya (03/03/2026), serangan udara juga menghantam sejumlah wilayah lain di Lebanon. Di Aramoun dan desa Sadiyath, sebuah bangunan hunian dilaporkan menjadi target. Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan Lebanon, enam orang tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Di wilayah timur Lebanon, tepatnya di kota Baalbek yang berdekatan dengan perbatasan Suriah, sebuah gedung tempat tinggal turut dihantam. Laporan awal menyebutkan sedikitnya empat orang meninggal dunia dan 11 orang lainnya mengalami cedera.
Otoritas Lebanon menyatakan bahwa proses pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di sejumlah titik terdampak. Tim medis dan relawan bekerja untuk mengevakuasi korban serta mendata kerusakan infrastruktur. Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah seiring berlanjutnya proses identifikasi di lapangan.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel terkait rangkaian serangan tersebut. Situasi keamanan di sejumlah wilayah Beirut Raya dilaporkan masih tegang, dengan aparat keamanan dan tim penyelamat bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan.
Serangan ini menambah daftar panjang eskalasi militer yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kerusakan pada fasilitas sipil seperti hotel dan bangunan hunian kembali memicu kekhawatiran mengenai dampak konflik terhadap warga sipil.
Pemerintah Lebanon melalui otoritas kesehatan dan keamanan terus melakukan pendataan korban serta penilaian dampak kerusakan. Sementara itu, masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas setempat.
Perkembangan situasi masih terus dipantau, dan konfirmasi resmi terkait jumlah korban maupun target serangan di Hazmieh diharapkan segera disampaikan oleh pihak berwenang. []
Diyan Febriana Citra.

