Jakarta Diwarnai Dua Aksi Unjuk Rasa Hari Ini

Jakarta Diwarnai Dua Aksi Unjuk Rasa Hari Ini

Bagikan:

JAKARTA – Aktivitas publik di kawasan Jakarta Pusat pada Jumat (06/02/2026) berpotensi mengalami gangguan lalu lintas seiring rencana digelarnya dua aksi demonstrasi oleh kelompok massa yang berbeda. Aparat kepolisian mengantisipasi kondisi tersebut dengan menyiagakan ratusan personel pengamanan serta menyiapkan skema rekayasa lalu lintas secara situasional.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menyampaikan bahwa demonstrasi pertama akan berlangsung di sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan hingga kawasan perempatan Patung Kuda, Gambir. Aksi ini melibatkan sejumlah elemen massa, termasuk Aqsa Working Group dan kelompok masyarakat lainnya.

“Pagi ada unjuk rasa dari massa Aqsa Working Group dan beberapa elemen massa lainnya,” ujar Erlyn dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, aksi kedua dijadwalkan berlangsung di lokasi berbeda, yakni di Kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Ditjen KN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Aksi tersebut akan dilakukan oleh massa yang tergabung dalam perkumpulan advokat. Dengan dua titik unjuk rasa yang berlangsung dalam waktu hampir bersamaan, potensi kepadatan lalu lintas di pusat kota dinilai cukup tinggi.

Mengantisipasi situasi tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat menyiagakan 789 personel gabungan untuk melakukan pengamanan. Personel tersebut disebar di sejumlah titik strategis, baik di sekitar lokasi unjuk rasa maupun di ruas-ruas jalan utama yang berpotensi terdampak arus kendaraan.

Selain pengamanan, kepolisian juga menyiapkan langkah rekayasa lalu lintas. Namun, penerapannya bersifat fleksibel dan akan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan, terutama berdasarkan jumlah massa, dinamika aksi, serta situasi arus kendaraan.

Menurut Erlyn, rekayasa lalu lintas tidak langsung diberlakukan secara permanen, melainkan situasional dengan mempertimbangkan eskalasi kegiatan demonstrasi. Hal ini dilakukan agar aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan, sembari menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan sekitar lokasi unjuk rasa guna mengantisipasi kemacetan lalu lintas. Masyarakat yang memiliki kepentingan di wilayah Jakarta Pusat disarankan untuk menggunakan jalur alternatif dan memantau informasi lalu lintas terkini sebelum beraktivitas.

“Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berjalan,” katanya.

Imbauan tersebut tidak hanya ditujukan kepada pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga pengendara angkutan umum, ojek daring, hingga pelaku usaha yang memiliki aktivitas logistik di kawasan pusat kota. Koordinasi antara kepolisian dan instansi terkait juga terus dilakukan untuk memastikan pengamanan berlangsung kondusif dan tidak mengganggu stabilitas aktivitas publik secara luas.

Dua aksi demonstrasi ini menjadi bagian dari dinamika kebebasan berekspresi di ruang publik, yang dijamin dalam sistem demokrasi. Namun, aparat menegaskan bahwa pengamanan tetap dilakukan secara humanis, profesional, dan proporsional demi menjaga ketertiban umum serta keselamatan semua pihak, baik peserta aksi maupun masyarakat umum.

Dengan adanya pengamanan terpadu dan pengaturan lalu lintas yang adaptif, diharapkan kegiatan unjuk rasa dapat berlangsung secara tertib, damai, dan tidak menimbulkan gangguan besar terhadap aktivitas warga Jakarta. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional