Jejak Panjang Kedekatan Putin dan Khamenei di Balik Kemitraan Strategis Rusia-Iran

Jejak Panjang Kedekatan Putin dan Khamenei di Balik Kemitraan Strategis Rusia-Iran

Bagikan:

MOSKOW – Di tengah suasana duka yang menyelimuti Iran, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengenang Ayatollah Seyed Ali Khamenei bukan sekadar sebagai pemimpin tertinggi negara sahabat, tetapi juga sebagai mitra dialog yang telah lama membangun fondasi hubungan bilateral Rusia-Iran. Dalam pernyataannya, Putin menyoroti kontribusi personal Khamenei dalam memperkokoh hubungan kedua negara, sebagaimana dikutip dari life.ru, Minggu (01/03/2026).

Sejarah mencatat, Putin dan Khamenei telah beberapa kali bertemu dalam momen-momen krusial. Pertemuan signifikan pertama terjadi pada November 2015 di Teheran, ketika kedua pemimpin membahas koordinasi di Suriah di tengah konflik yang memanas. Komunikasi intens terus berlangsung antara 2017 hingga 2018, terutama di sela-sela berbagai forum internasional.

Puncak dari dinamika hubungan ini terjadi pada September 2024, ketika Putin kembali bertemu Khamenei dalam rangka penguatan lebih lanjut hubungan bilateral. Beberapa bulan kemudian, pada April 2025, kedua negara menandatangani perjanjian kemitraan strategis menyeluruh. Kesepakatan ini mencakup kerja sama di bidang ekonomi, energi, pertahanan, serta koordinasi kebijakan di forum multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Shanghai Cooperation Organisation (SCO).

Bagi Kremlin, Khamenei adalah sosok kunci yang memastikan Iran tetap berada dalam orbit strategis Rusia di tengah persaingan geopolitik dengan Barat. Putin menegaskan bahwa warisan Khamenei akan terus hidup melalui hubungan erat yang telah dibangun, dan Rusia berkomitmen melanjutkan kemitraan strategis tersebut dengan kepemimpinan baru Iran.

“Ayatollah Khamenei telah memainkan peran vital dalam memperkuat persahabatan antara Rusia dan Iran. Hubungan ini akan terus berlanjut, dan kami berkomitmen menjaga kemitraan strategis dengan kepemimpinan baru,” kata Putin.

Pernyataan ini menegaskan posisi Rusia sebagai salah satu sekutu utama Iran, sekaligus menekankan pentingnya kontinuitas kebijakan luar negeri di wilayah yang penuh ketegangan geopolitik. Analisis pakar internasional menilai bahwa kematian Khamenei menjadi tantangan besar bagi Teheran, namun Kremlin menunjukkan kesiapan untuk menjaga stabilitas hubungan bilateral dan kerja sama strategis yang telah dirintis bertahun-tahun. []

Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Agnes Wiguna

Bagikan:
Headlines Internasional