MAINE — Otoritas penerbangan Amerika Serikat tengah melakukan penyelidikan intensif menyusul insiden jatuhnya sebuah pesawat jet pribadi di Bandara Internasional Bangor, negara bagian Maine, Amerika Serikat (AS), Minggu (25/01/2026) malam waktu setempat. Insiden ini terjadi saat aktivitas penerbangan masih berlangsung dan memicu penghentian sementara seluruh operasional bandara demi keselamatan.
Pesawat jet pribadi jenis Bombardier Challenger 600 dilaporkan mengalami kecelakaan ketika hendak lepas landas dari bandara tersebut. Informasi awal menyebutkan pesawat membawa delapan orang penumpang. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.45 waktu setempat dan segera mendapat perhatian dari otoritas federal serta petugas darurat setempat.
“Pesawat Bombardier Challenger 600 jatuh saat hendak lepas landas dari Bandara Internasional Bangor di Maine sekitar pukul 19.45 waktu setempat pada Minggu, 25 Januari. Delapan orang berada di dalam pesawat,” ujar pernyataan FAA melalui platform X.
Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) memastikan bahwa penyelidikan akan dilakukan bersama Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) untuk mengungkap penyebab kecelakaan tersebut.
“FAA dan NTSB akan melakukan penyelidikan,” lanjut pernyataan tersebut, dikutip dari Antara, Senin (26/01/2026).
Sebagai langkah awal pengamanan, pihak pengelola Bandara Internasional Bangor langsung menutup landasan pacu dan meminta masyarakat untuk menjauh dari area bandara.
“Mohon hindari area bandara. Landasan pacu saat ini ditutup,” tutur pernyataan pihak bandara melalui media sosial.
Pihak bandara juga menegaskan bahwa penanganan darurat segera dilakukan sesaat setelah insiden terjadi. Sejumlah kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, dan petugas keselamatan diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan area dan mengevakuasi para penumpang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai tingkat keparahan cedera yang dialami delapan orang di dalam pesawat tersebut.
“Pihak bandara menambahkan bahwa insiden pesawat jatuh tersebut masih dalam penyelidikan dan petugas darurat telah berada di lokasi kejadian,” demikian pernyataan lanjutan dari pengelola bandara.
Laporan media setempat turut memberikan gambaran kronologi awal kejadian. CNN melaporkan, mengutip rekaman komunikasi pengatur lalu lintas udara, bahwa pilot pesawat sempat memperoleh izin lepas landas di Landasan 33 Bandara Bangor. Namun, tak lama setelah izin diberikan, seluruh aktivitas penerbangan di bandara tersebut dihentikan secara mendadak.
Petugas lalu lintas udara kemudian melaporkan adanya pesawat penumpang yang terbalik di area landasan, sehingga otoritas bandara memutuskan menutup operasional dan mengerahkan kendaraan darurat untuk penanganan cepat.
Informasi tambahan menyebutkan bahwa pesawat jet pribadi tersebut terdaftar atas nama sebuah perusahaan yang berbasis di Houston, Amerika Serikat. Namun, hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai identitas penumpang maupun tujuan penerbangan pesawat tersebut.
Otoritas setempat memastikan akan memberikan pembaruan informasi seiring dengan perkembangan penyelidikan. Investigasi menyeluruh diharapkan dapat mengungkap faktor teknis maupun nonteknis yang menyebabkan insiden ini, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan standar keselamatan penerbangan di Amerika Serikat. []
Diyan Febriana Citra.

