Jonatan Christie Hadapi Loh Kean Yew di Semifinal India Open 2026

Jonatan Christie Hadapi Loh Kean Yew di Semifinal India Open 2026

Bagikan:

JAKARTA – Perjalanan Indonesia di turnamen India Open 2026 kini bertumpu pada satu nama, Jonatan Christie. Pebulu tangkis tunggal putra andalan Indonesia itu menjadi satu-satunya wakil Merah Putih yang masih bertahan hingga babak semifinal, sekaligus membuka peluang Indonesia meraih gelar juara di turnamen level Super 750 tersebut.

Pada Sabtu (17/01/2026), Jonatan dijadwalkan menghadapi wakil Singapura, Loh Kean Yew, dalam partai semifinal tunggal putra. Berdasarkan jadwal resmi, laga pembuka akan dimulai pukul 11.00 WIB. Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua pemain sama-sama dikenal memiliki kecepatan, stamina, dan pengalaman bertanding di level elite dunia.

Jonatan memastikan tiket semifinal setelah tampil solid di babak perempat final. Ia berhasil menyingkirkan tunggal putra Prancis, Christo Popov, lewat pertarungan dua gim langsung dengan skor identik 21-19 dan 21-19. Kemenangan tersebut menjadi bukti konsistensi Jonatan sepanjang turnamen, meski harus menghadapi lawan yang dikenal ulet dan agresif.

Secara statistik, Jonatan Christie memiliki modal yang sangat kuat jelang laga semifinal. Dari delapan pertemuan sebelumnya melawan Loh Kean Yew, Jonatan selalu keluar sebagai pemenang. Rekor head to head 8-0 itu menunjukkan dominasi Jonatan atas juara dunia 2021 tersebut. Namun demikian, keunggulan statistik tidak serta-merta membuat Jonatan merasa di atas angin.

Pebulu tangkis berusia 28 tahun itu justru memilih meredam ekspektasi dan tekanan publik. Ia menegaskan fokus utamanya adalah menjaga kondisi fisik dan mental agar siap tampil maksimal.

“Fokusnya sekarang recovery dulu, menikmati suasananya, enjoy, baru fokus buat besok (hari ini),” ujar Jonatan Christie seusai pertandingan perempat final.

Pendekatan tersebut menunjukkan kedewasaan Jonatan dalam menyikapi pertandingan penting. Ia menyadari bahwa turnamen dengan intensitas tinggi seperti India Open menuntut kesiapan fisik yang optimal, terlebih jadwal pertandingan yang padat dan waktu pemulihan yang terbatas.

Dalam laga perempat final melawan Popov, Jonatan mengakui pertandingan tidak berjalan mudah. Meski menang dua gim langsung, ia harus bekerja keras untuk menjaga keunggulan, terutama ketika lawan mulai menemukan ritme permainan.

“Ke pertandingan tadi, di gim pertama kondisi menang angin itu cukup penting karena kalau bisa dapat akan sangat-sangat menguntungkan dan ya benar sampai di gim kedua dia cukup kebingungan,” lanjut pria yang juga pernah menyabet gelar juara All England tersebut.

Jonatan juga menyoroti perubahan strategi Popov di pertengahan gim kedua yang sempat membuatnya kesulitan. “Tapi ketika poin 15-8, dia mulai mencoba lebih sabar, dia tidak buru-buru dia benar-benar adu untuk lebih tenang lagi, lebih sabar lagi. Justru malah sayanya jadi sedikit pasif mainnya dan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri,” kata Jonatan.

Pengakuan tersebut mencerminkan evaluasi jujur Jonatan terhadap penampilannya sendiri. Ia menyadari masih ada aspek permainan yang perlu diperbaiki, terutama dalam menjaga agresivitas dan konsistensi saat unggul poin.

Dengan status sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa, Jonatan Christie memikul tanggung jawab besar. Namun, ia berusaha menjadikan situasi tersebut sebagai motivasi, bukan tekanan. Keinginannya untuk terus melangkah jauh di India Open 2026 juga didorong oleh tekad mempersembahkan prestasi bagi Indonesia di awal musim kompetisi.

Laga melawan Loh Kean Yew akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Jonatan. Selain mempertaruhkan tiket ke final, pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian konsistensi dan kematangan permainan Jonatan di tengah persaingan tunggal putra dunia yang semakin ketat. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional