JAKARTA – Insiden kecelakaan beruntun yang berujung pada tabrakan dengan kereta api terjadi di wilayah Jakarta pada Jumat (02/01/2026) dini hari. Sebuah mobil Mazda CX-5 tertemper lokomotif kereta di perlintasan rel Mangga Dua Square, Pademangan, Jakarta Utara, setelah sebelumnya terlibat kecelakaan lalu lintas di kawasan Jakarta Barat dan berupaya melarikan diri dari lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.35 WIB. Mobil Mazda CX-5 yang dikemudikan seorang pria bernama Jerry Christian awalnya terlibat kecelakaan dengan tiga sepeda motor serta seorang pejalan kaki di wilayah Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat. Benturan tersebut sempat memicu perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas.
Alih-alih menghentikan kendaraan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, pengemudi mobil justru meninggalkan lokasi kejadian. Aksi kabur tersebut memicu kejaran warga yang menyaksikan insiden awal. Dalam upaya menghindari kejaran, mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan bahkan melawan arus lalu lintas, sehingga membahayakan pengguna jalan lainnya.
Pelarian tersebut berakhir di kawasan Jakarta Utara. Saat melintasi perlintasan rel kereta api di Mangga Dua Square, kendaraan yang dikemudikan Jerry terserempet kereta api yang tengah melintas. Benturan tidak dapat dihindari karena jarak yang terlalu dekat serta kondisi lalu lintas yang tidak memungkinkan pengemudi untuk menghindar.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani menjelaskan bahwa rangkaian kejadian tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Polisi kini fokus mendalami kronologi lengkap serta faktor penyebab kecelakaan beruntun tersebut.
“Yang bersangkutan melarikan diri lalu dikejar oleh pengguna jalan yang lain sampai pada akhirnya pengemudi kendaraan tersebut melawan arus dan terserempet Kereta Api di wilayah Mangga Dua – Jakarta Utara,” kata AKBP Ojo Ruslani kepada wartawan.
Akibat terserempet kereta api, mobil Mazda CX-5 tersebut mengalami kerusakan pada bagian bodi. Meski demikian, polisi memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tabrakan dengan kereta api tersebut. Kondisi ini dinilai sebagai keberuntungan mengingat potensi bahaya besar dari tabrakan antara kendaraan pribadi dan kereta api.
Aparat kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi serta bukti di lapangan untuk mengungkap secara utuh peristiwa tersebut, termasuk dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengemudi selama upaya melarikan diri.
“Masih dalam proses penyelidikan,” katanya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas serta bertanggung jawab apabila terlibat kecelakaan. Tindakan melarikan diri dari lokasi kejadian tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lanjutan yang membahayakan keselamatan orang lain.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran berlalu lintas, terutama di wilayah perkotaan yang padat kendaraan. Kepolisian menegaskan akan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran yang mengancam keselamatan publik. []
Diyan Febriana Citra.

