JAKARTA — Penguatan pengamanan laut Indonesia akan mendapat tambahan dukungan signifikan melalui kehadiran kapal patroli baru hibah dari Pemerintah Jepang. Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksamana Madya TNI Irvansyah memastikan kapal tersebut dijadwalkan tiba dan mulai memperkuat armada Bakamla pada tahun 2027 mendatang.
Kehadiran kapal hibah ini dipandang sebagai tonggak penting dalam kerja sama maritim antara Indonesia dan Jepang, khususnya antara Bakamla RI dan Japan Coast Guard. Kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada bantuan alat utama sistem keamanan laut, tetapi juga mencakup pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta sinergi dalam menjaga keamanan perairan regional.
Dalam keterangannya usai menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-20 Bakamla RI di Jakarta, Rabu (07/01/2026), Irvansyah menegaskan bahwa kapal patroli yang akan diterima Indonesia bukanlah kapal bekas.
“Jadi bukan kapal bekas atau apa yang sudah mereka pakai. Tapi ini memang kapal baru, dari nol, mulai dari desain,” kata Irvansyah. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Jepang untuk memberikan dukungan maksimal melalui pembangunan kapal yang sepenuhnya baru dan disesuaikan dengan kebutuhan operasional Bakamla RI.
Irvansyah menjelaskan, sebelum proses pembangunan dimulai, pihak Jepang telah melakukan pembahasan intensif dengan Bakamla RI. Diskusi tersebut bertujuan menyelaraskan desain, ukuran, serta kemampuan kapal agar sesuai dengan karakteristik wilayah laut Indonesia yang luas dan menantang. Dengan pendekatan ini, kapal diharapkan mampu beroperasi optimal dalam menjaga keamanan dan keselamatan di laut lepas.
Di sisi lain, Bakamla RI tidak hanya menunggu proses pembangunan kapal secara fisik. Persiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Irvansyah menyebutkan bahwa personel yang akan menjadi awak kapal sudah mulai dipersiapkan sejak dini. Para calon awak tersebut nantinya akan mengikuti pelatihan langsung di Jepang.
“Kita juga menyiapkan awak yang akan mengawaki kapal tersebut, dan akan dilatih di Jepang, dan langsung akan berlayar ke Indonesia bersama-sama dengan pihak Jepang juga,” jelas Irvansyah. Pelatihan ini dinilai penting agar awak kapal memahami teknologi, sistem navigasi, serta prosedur operasional kapal secara menyeluruh sejak awal pengoperasian.
Irvansyah berharap proses pembangunan kapal dapat berjalan sesuai jadwal. Dengan demikian, kapal tersebut dapat segera digunakan untuk memperkuat pengawasan wilayah laut Indonesia, terutama di perairan lepas yang rawan pelanggaran hukum, seperti penangkapan ikan ilegal, penyelundupan, dan kejahatan lintas negara.
Sebelumnya, Sekretaris Utama Bakamla RI Laksamana Muda Bakamla Samuel Kowaas juga telah mengungkapkan rencana kedatangan kapal hibah dari Jepang. Ia menyebutkan bahwa kapal patroli tersebut memiliki ukuran yang cukup besar, yakni sekitar 85 meter, dan dirancang untuk operasi di laut lepas. “Jepang juga akan menghibahkan satu buah kapal patroli, berukuran cukup besar, 85 meter buat Bakamla RI yang kontrak sudah ditandatangani yang segera mulai dibangun,” kata Samuel.
Menurut Samuel, hibah kapal ini merupakan wujud konkret penguatan kerja sama di bidang keamanan dan pertahanan laut antara kedua negara. Kapal tersebut diproyeksikan rampung dalam waktu sekitar dua tahun dan akan menjadi salah satu tulang punggung Bakamla RI dalam menjalankan fungsi patroli dan penegakan hukum di perairan yurisdiksi Indonesia. []
Diyan Febriana Citra.

