LEGOS – Insiden kebakaran yang terjadi di Bandara Internasional Murtala Muhammed, Lagos, Nigeria, pada Senin (23/02/2026) sore waktu setempat, menimbulkan gangguan serius terhadap operasional penerbangan dan memicu kekhawatiran akan aspek keselamatan infrastruktur bandara. Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya enam orang mengalami luka-luka dan memaksa otoritas bandara menghentikan sementara aktivitas penerbangan demi menjamin keselamatan penumpang dan awak.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Agence France-Presse (AFP), kebakaran tersebut terjadi di Terminal 1 bandara, tepatnya berasal dari ruang server yang berada di lantai pertama. Informasi itu disampaikan langsung oleh Otoritas Bandara Federal Nigeria (FAAN) yang bertanggung jawab atas pengelolaan bandara-bandara utama di negara tersebut.
FAAN menjelaskan bahwa korban luka terdiri atas tiga perempuan dan tiga laki-laki. “Tiga wanita dan tiga pria terluka, semuanya dalam kondisi stabil,” kata pihak FAAN dalam keterangannya, sembari menambahkan bahwa satu korban masih menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisinya sepenuhnya aman.
Selain menimbulkan korban luka, kebakaran tersebut juga menyebabkan situasi darurat di menara kontrol bandara. Sebanyak 14 orang dilaporkan sempat terjebak di dalam menara kontrol akibat kepulan asap dan terbatasnya akses evakuasi. Namun, melalui koordinasi intensif antara tim darurat, petugas pemadam kebakaran, dan aparat keamanan, seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat. FAAN menyebutkan bahwa seluruh personel tanggap darurat masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan lanjutan dari insiden tersebut.
Api dilaporkan merusak aula keberangkatan yang saat ini tengah direnovasi sebagai bagian dari proyek pengembangan bandara berskala besar. Proyek renovasi tersebut diperkirakan menelan biaya hingga 712 miliar naira, sehingga insiden ini dikhawatirkan dapat berdampak pada jadwal penyelesaian proyek maupun anggaran yang telah dialokasikan.
Meski kebakaran berhasil dikendalikan, FAAN menegaskan bahwa pemantauan intensif tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian mengingat area terdampak mencakup fasilitas vital penunjang operasional bandara.
Sebagai bagian dari prosedur keselamatan, wilayah udara di sekitar bandara ditutup sementara. Penutupan ini dilakukan sesuai protokol standar penerbangan internasional guna mencegah risiko yang lebih besar. Dalam upaya memulihkan operasional secepat mungkin, Badan Pengelola Wilayah Udara Nigeria (NAMA) dilaporkan tengah menyiapkan pembangunan menara kontrol sementara. Fasilitas darurat tersebut diharapkan dapat mempercepat normalisasi layanan penerbangan, meskipun perbaikan fasilitas utama masih berlangsung.
Insiden kebakaran ini kembali menyoroti pentingnya sistem keamanan dan pemeliharaan infrastruktur di bandara-bandara besar, terutama di tengah proyek renovasi skala besar yang melibatkan perangkat teknologi sensitif seperti ruang server. Otoritas Nigeria menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan penyebab kebakaran dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. []
Diyan Febriana Citra.

