Kebakaran Dini Hari Hanguskan Rumah dan Lapak di Cengkareng Timur

Kebakaran Dini Hari Hanguskan Rumah dan Lapak di Cengkareng Timur

Bagikan:

JAKARTA – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di wilayah Jakarta Barat. Empat rumah semi permanen dan tiga lapak dilaporkan hangus terbakar di kawasan Jalan Pedongkelan Belakang, RT 03/RW 14, Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, pada Sabtu (31/01/2026) dini hari. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah warga kehilangan tempat tinggal dan memicu kepanikan di lingkungan sekitar.

Api dilaporkan mulai terlihat menjelang subuh, saat sebagian besar warga masih berada di dalam rumah. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain yang berada dalam jarak berdekatan. Kondisi permukiman yang padat, ditambah dengan material bangunan yang mudah terbakar, membuat api cepat menyebar sebelum petugas tiba di lokasi.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Suheri, menjelaskan bahwa kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh gangguan kelistrikan.

“Dugaan penyebab sementara, karena fenomena listrik,” ucap Suheri saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Akibat peristiwa itu, tiga kepala keluarga (KK) dengan total 12 jiwa terdampak langsung dan harus kehilangan tempat tinggal. Para korban terpaksa menyelamatkan diri tanpa sempat menyelamatkan sebagian besar barang berharga mereka. Hingga saat ini, warga terdampak masih membutuhkan bantuan logistik serta tempat penampungan sementara.

Informasi awal kebakaran diterima petugas pada pukul 04.47 WIB. Api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 04.30 WIB dari sebuah lapak plastik bekas yang berada di lokasi kejadian.

“Sekitar pukul 04.30 WIB, warga melihat api sudah membesar dari lapak plastik bekas. Kemudian, warga melaporkan ke ‘JS 112’ (Unit Gulkarmat terdekat) dan langsung ditindaklanjuti oleh petugas,” ujar Suheri.

Merespons laporan tersebut, petugas pemadam kebakaran segera bergerak menuju lokasi kejadian. Proses pemadaman dimulai pada pukul 04.53 WIB dengan pengerahan personel dan armada secara maksimal untuk mencegah api meluas ke permukiman lain di sekitarnya.

“Total pengerahan 13 unit, berkekuatan 65 personel,” ungkap Suheri.

Petugas berjibaku memadamkan api di tengah kondisi akses jalan yang relatif sempit dan lingkungan yang padat bangunan. Proses pemadaman berlangsung cukup intensif guna memastikan api benar-benar padam dan tidak menyisakan titik api yang berpotensi memicu kebakaran ulang.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir cukup besar mengingat sejumlah rumah dan lapak usaha warga ludes terbakar. Pemerintah setempat bersama instansi terkait mulai melakukan pendataan terhadap korban terdampak serta kerusakan bangunan.

Pihak Gulkarmat Jakarta Barat juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang bersumber dari instalasi listrik. Pemeriksaan rutin instalasi, penggunaan peralatan listrik sesuai standar, serta tidak menumpuk sambungan listrik dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Selain itu, warga juga diimbau untuk segera melapor apabila melihat potensi kebakaran sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan dampak yang ditimbulkan tidak semakin meluas. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional