Kim Jong Un Dipercaya Pimpin Lagi Partai Pekerja Korea Utara

Kim Jong Un Dipercaya Pimpin Lagi Partai Pekerja Korea Utara

Bagikan:

SEOUL — Kongres ke-9 Partai Pekerja Korea kembali menegaskan posisi sentral Kim Jong Un dalam struktur kekuasaan Korea Utara. Pemimpin tertinggi negara tersebut kembali terpilih sebagai sekretaris jenderal partai pada hari keempat pelaksanaan kongres, Minggu (22/02/2026). Informasi tersebut disampaikan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) dalam laporan resminya yang dirilis Senin (23/02/2026).

Pemilihan ulang Kim Jong Un dinilai sebagai kelanjutan dari konsolidasi kepemimpinan yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Dalam laporan yang sarat dengan pujian, KCNA menggambarkan Kim sebagai tokoh sentral di balik berbagai pencapaian negara, mulai dari peningkatan prestise internasional hingga penguatan kekuatan pertahanan nasional.

Menurut KCNA, kepemimpinan Kim telah menciptakan kondisi eksternal yang dinilai mendukung apa yang disebut sebagai “perjuangan revolusioner” Korea Utara. Media resmi tersebut juga menyoroti keberhasilan pemerintah dalam membangun kekuatan militer yang diklaim semakin modern dan solid. Penekanan kuat diberikan pada pengembangan kemampuan pertahanan strategis negara.

Lebih lanjut, KCNA menyebut bahwa di bawah arahan Kim Jong Un, kemampuan penangkal perang Korea Utara mengalami peningkatan signifikan dengan kekuatan nuklir sebagai elemen utama. Penguatan tersebut digambarkan sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas dan kedaulatan negara di tengah dinamika keamanan kawasan Asia Timur yang dinilai semakin kompleks.

Kongres partai ini tidak hanya membahas soal kepemimpinan. Selain menetapkan kembali Kim Jong Un sebagai sekretaris jenderal, forum tertinggi partai tersebut juga memilih anggota Komite Pusat yang baru serta menyetujui revisi terhadap aturan partai. Namun demikian, KCNA tidak memerinci poin-poin perubahan dalam aturan tersebut, sehingga memunculkan spekulasi di kalangan pengamat mengenai arah pembaruan internal partai.

Kongres ke-9 Partai Pekerja Korea ini merupakan agenda rutin yang biasanya digelar setiap lima tahun dan berlangsung selama beberapa hari. Kongres dibuka pada Kamis pekan lalu dan menjadi perhatian luas, terutama bagi Korea Selatan dan negara-negara tetangga, yang memantau kemungkinan perubahan kebijakan domestik maupun kebijakan luar negeri dari Pyongyang.

Sejumlah analis menilai, terpilihnya kembali Kim Jong Un mencerminkan kesinambungan kebijakan politik dan keamanan Korea Utara. Fokus pada penguatan militer dan posisi internasional diperkirakan tetap menjadi prioritas utama pemerintahan dalam beberapa tahun mendatang.

“Prestasi Kim dalam memperkuat militer dan posisi internasional negara sangat signifikan,” tegas KCNA dalam laporannya.

Pernyataan tersebut menegaskan narasi resmi pemerintah Korea Utara yang menempatkan Kim Jong Un sebagai figur kunci dalam menjaga stabilitas negara. Hingga kongres berakhir, perhatian internasional masih tertuju pada sinyal-sinyal lanjutan yang mungkin muncul terkait kebijakan ekonomi, hubungan luar negeri, serta strategi keamanan Korea Utara ke depan. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional