Komisi XI DPR Lanjutkan Uji Kelayakan Calon Deputi Gubernur BI

Komisi XI DPR Lanjutkan Uji Kelayakan Calon Deputi Gubernur BI

Bagikan:

JAKARTA — Proses seleksi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) kembali berlanjut di parlemen. Komisi XI DPR RI pada Senin (26/01/2026) menjadwalkan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap dua kandidat yang diusulkan untuk mengisi posisi strategis di bank sentral tersebut. Agenda ini menjadi bagian penting dalam memastikan kepemimpinan BI ke depan memiliki kapasitas, integritas, dan visi yang sejalan dengan tantangan ekonomi nasional.

Berdasarkan agenda resmi Komisi XI DPR, dua calon yang menjalani tahapan seleksi hari ini adalah Asisten Gubernur BI Dicky Kartikoyono dan Wakil Menteri Keuangan Thomas AM Djiwandono. Dicky dijadwalkan mengikuti uji kelayakan pada pukul 14.00 WIB, sementara Thomas akan menjalani proses serupa pada pukul 16.00 WIB.

Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun menjelaskan bahwa rangkaian fit and proper test ini telah dimulai sejak pekan lalu. Pada Jumat (23/01/2026), Komisi XI lebih dahulu menguji satu kandidat, yakni Solikin M Zuhro. Menurut Misbakhun, keterbatasan waktu menjadi alasan mengapa pada hari tersebut hanya satu calon yang dapat mengikuti proses seleksi.

“Untuk hari Jumat karena waktunya pendek, hanya satu kandidat yang menjalani fit and proper test,” ujar Misbakhun.

Dalam sesi pemaparan di hadapan anggota Komisi XI DPR, Solikin M Zuhro menyampaikan gagasan dan arah kebijakan yang ingin ia dorong apabila dipercaya menjabat sebagai Deputi Gubernur BI. Ia mengusung tema besar “Memperkuat Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi, Berdaya Tahan, dan Inklusif untuk Indonesia Maju”.

“Tema ini kami pandang sangat strategis dan relevan karena sejalan dengan arah kebijakan pemerintah serta aspirasi seluruh masyarakat Indonesia guna mewujudkan Indonesia maju dan mampu keluar dari jebakan pendapatan menengah atau middle income trap,” kata Solikin dalam fit and proper test calon Deputi Gubernur BI di DPR, Jakarta, Jumat (23/01/2026).

Solikin menilai bahwa tantangan perekonomian Indonesia ke depan tidak hanya berkutat pada upaya meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut bersifat berkelanjutan dan merata. Dalam konteks ini, stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional menjadi faktor kunci yang harus terus dijaga dan diperkuat oleh Bank Indonesia.

Ia juga menekankan bahwa indikator keberhasilan pembangunan ekonomi tidak bisa semata-mata dilihat dari angka pertumbuhan. Menurutnya, kualitas pertumbuhan yang mampu memperkuat struktur ekonomi nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas harus menjadi prioritas utama dalam perumusan kebijakan moneter.

Sementara itu, uji kelayakan yang digelar pada Senin ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai kapasitas dan pandangan dua kandidat lainnya. Baik Dicky Kartikoyono maupun Thomas Djiwandono dijadwalkan memaparkan visi dan misi masing-masing selama 25 menit. Setelah itu, sesi akan dilanjutkan dengan tanya jawab selama 15 menit dan pendalaman oleh anggota Komisi XI DPR selama 20 menit.

Proses ini tidak hanya menjadi ajang pemaparan konsep, tetapi juga forum pengujian kesiapan para calon dalam menghadapi dinamika global, tantangan inflasi, stabilitas nilai tukar, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal. Komisi XI DPR menilai, peran Deputi Gubernur BI sangat krusial dalam mendukung Gubernur BI menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Hasil dari rangkaian uji kelayakan dan kepatutan ini nantinya akan menjadi dasar bagi Komisi XI DPR untuk memberikan persetujuan atau rekomendasi terhadap calon Deputi Gubernur Bank Indonesia yang dinilai paling layak dan kompeten. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional