Konsulat AS di UEA Diserang, Layanan Dihentikan

Konsulat AS di UEA Diserang, Layanan Dihentikan

Bagikan:

DUBAI – Sebuah serangan pesawat nirawak mengguncang kawasan diplomatik di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), ketika sebuah drone menghantam kompleks Konsulat Amerika Serikat pada Selasa (03/03/2026) waktu setempat. Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang belakangan terus memanas.

Serangan itu memicu kewaspadaan tinggi di lingkungan perwakilan diplomatik AS di UEA. Meski demikian, otoritas Amerika memastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa seluruh personel dalam kondisi selamat.

“Tempat parkir yang berdekatan dengan gedung kedutaan terkena dampak,” kata Rubio dikutip dari CNN, Rabu (04/03/2026).

Rubio juga menyebut sebagian besar staf telah lebih dahulu meninggalkan lokasi sebelum dimulainya operasi militer gabungan AS-Israel terhadap Iran. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari prosedur mitigasi risiko menyusul eskalasi konflik di kawasan.

Seorang pejabat UEA menyampaikan bahwa konsulat tersebut memang sedang dalam keadaan tutup saat serangan terjadi. Drone yang menghantam area parkir diduga berasal dari Iran, meskipun penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk memastikan asal-usulnya.

Beredar rekaman video di media sosial yang memperlihatkan kepulan asap hitam membumbung dari sekitar kompleks konsulat di Dubai. Dalam tayangan tersebut, terlihat asap tebal keluar dari area parkir. Tidak ada laporan korban luka akibat insiden ini.

Sebagai respons langsung atas kejadian tersebut, Kedutaan Besar AS di Abu Dhabi serta Konsulat AS di Dubai menghentikan sementara berbagai layanan publik. Seluruh jadwal wawancara visa, layanan bagi warga negara Amerika, hingga layanan notaris dibatalkan hingga 4 Maret 2026.

Pemerintah AS juga mengeluarkan instruksi tegas kepada personelnya di UEA untuk tetap berada di lokasi aman.

“Jangan datang ke kedutaan atau konsulat dengan alasan apa pun,” demikian isi peringatan tersebut.

Kebijakan itu mencerminkan peningkatan status siaga di tengah potensi ancaman lanjutan. Langkah pengamanan tambahan diberlakukan guna memastikan keselamatan staf diplomatik dan warga negara Amerika di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan UEA menyatakan telah meningkatkan sistem pertahanan udara sejak awal konflik. Otoritas pertahanan setempat mengklaim sebagian besar rudal dan drone yang diarahkan ke wilayahnya berhasil dicegat sebelum mencapai target.

Menurut data resmi, sejak awal perang, sebanyak 812 drone Iran terdeteksi memasuki atau mengarah ke wilayah UEA. Dari jumlah tersebut, 755 drone berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, sementara 57 lainnya dilaporkan jatuh di dalam wilayah negara tersebut.

Serangan ke fasilitas diplomatik ini menambah daftar insiden yang memperlihatkan meluasnya dampak konflik regional. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, serangan terhadap properti diplomatik berpotensi meningkatkan ketegangan dan memperluas spektrum konflik ke wilayah yang sebelumnya relatif stabil.

Hingga kini, situasi di sekitar konsulat dilaporkan terkendali dengan pengamanan ketat dari aparat setempat. Otoritas UEA dan AS masih melakukan koordinasi untuk menilai dampak insiden serta menentukan langkah pengamanan berikutnya. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional