Korban Tewas Serangan di Jembatan B1 Karaj Bertambah Jadi 13 Orang

Korban Tewas Serangan di Jembatan B1 Karaj Bertambah Jadi 13 Orang

Bagikan:

KARAJ – Jumlah korban tewas akibat serangan yang dilaporkan menghantam Jembatan B1 di Kota Karaj, Provinsi Alborz, Iran, bertambah menjadi 13 orang hingga Sabtu (04/04/2026). Peningkatan jumlah korban ini menandai bertambahnya dampak kemanusiaan dari serangan yang merusak salah satu infrastruktur penting di wilayah utara Iran.

Direktur Jenderal Yayasan Veteran dan Martir Alborz, Amir Hossein Daneshkuhan, menyebut jumlah korban meninggal dunia terus bertambah setelah proses pendataan dan evakuasi dilakukan di lokasi kejadian.

“Jumlah orang kehilangan nyawanya dalam serangan Amerika-Israel di Jembatan B1 di Provinsi Alborz telah meningkat menjadi 13 orang,” kata Daneshkuhan, sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (04/04/2026).

Serangan dilaporkan terjadi pada Kamis pagi (02/04/2026) dan menghantam jembatan utama yang berada di jalur jalan raya Provinsi Alborz. Sejumlah media setempat menyebut titik serangan berada di kawasan Azimieh, dekat Karaj, termasuk Jembatan B1 yang dikenal sebagai salah satu jembatan tertinggi di kawasan Timur Tengah.

Selain korban jiwa, serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada struktur jembatan yang merupakan bagian dari proyek infrastruktur besar dan dikabarkan segera diresmikan.

Laporan media juga menyebut adanya pola serangan double tap, yakni serangan yang menghantam lokasi yang sama sebanyak dua kali secara berurutan. Serangan kedua dilaporkan terjadi sekitar satu jam setelah serangan pertama, saat petugas tanggap darurat sudah berada di lokasi untuk mengevakuasi korban dan memberikan pertolongan.

Kondisi ini memperbesar risiko korban tambahan, termasuk terhadap personel sipil yang berada di area terdampak.

Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari eskalasi konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari, yang kemudian memicu serangan balasan berupa drone dan rudal ke sejumlah wilayah lain di kawasan Timur Tengah. Situasi ini turut memengaruhi stabilitas regional, termasuk gangguan terhadap infrastruktur, pasar global, dan jalur penerbangan internasional. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang