Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Naik Jadi 357 Orang

Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Naik Jadi 357 Orang

Bagikan:

BEIRUT – Pemerintah Lebanon menetapkan hari berkabung nasional setelah jumlah korban tewas akibat serangan Israel pada Rabu (08/04/2026) terus bertambah menjadi 357 orang, sementara 1.223 lainnya dilaporkan luka-luka. Data terbaru itu disampaikan Kementerian Kesehatan Lebanon pada Sabtu (11/04/2026), dengan kemungkinan angka korban masih meningkat seiring proses evakuasi yang masih berlangsung.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan jumlah korban belum bersifat final karena tim penyelamat masih melakukan pembersihan puing bangunan serta identifikasi jenazah yang memerlukan uji deoxyribonucleic acid (DNA).

“Jumlah korban tewas masih belum final, karena masih berlangsungnya pembersihan puing-puing dan keberadaan sejumlah besar jenazah manusia yang memerlukan pengujian DNA,” kata pernyataan Kementerian Kesehatan Lebanon, sebagaimana dilansir Detik, Sabtu, (11/04/2026).

Secara kumulatif, sejak perang antara Israel dan Hizbullah meletus pada 2 Maret 2026, jumlah korban tewas di Lebanon kini mencapai 1.953 orang, dengan total 6.303 korban luka. Lonjakan angka tersebut menunjukkan eskalasi konflik yang semakin memperburuk situasi kemanusiaan di negara itu.

Perdana Menteri (PM) Lebanon Nawaf Salam menetapkan Kamis (09/04/2026) sebagai hari berkabung nasional. Pemerintah memerintahkan penutupan seluruh administrasi publik serta pengibaran bendera setengah tiang sebagai bentuk penghormatan kepada korban serangan.

Dalam pernyataan resminya, kantor PM Lebanon menyebut hari berkabung ditujukan bagi “para martir dan korban luka dari serangan Israel yang menargetkan ratusan warga sipil yang tidak bersalah dan tidak berdaya”. Pemerintah juga menyatakan tengah mengintensifkan upaya diplomatik untuk menghentikan serangan yang terus berlanjut.

Sebelumnya, laporan sementara menyebut 182 orang tewas dan 890 lainnya terluka. Namun, setelah proses pendataan diperbarui, jumlah korban melonjak tajam menjadi 357 jiwa. Kondisi ini diperkirakan masih dapat berubah karena banyak korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan di sejumlah wilayah, termasuk Beirut dan kawasan selatan Lebanon.

Pemerintah Lebanon kini terus menggalang dukungan politik dan diplomatik internasional untuk menekan penghentian serangan, di tengah kekhawatiran bahwa krisis kemanusiaan akan semakin meluas jika eskalasi militer tidak segera dihentikan. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang