JAKARTA – Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, ke Indonesia pada Kamis (05/02/2026) hingga Sabtu (07/02/2026) menjadi agenda diplomatik penting yang turut berdampak pada pengaturan lalu lintas di Ibu Kota. Polda Metro Jaya memastikan adanya rekayasa lalu lintas bersifat situasional sebagai bagian dari pengamanan dan penghormatan terhadap tamu negara.
Sebanyak delapan ruas jalan utama di Jakarta akan diberlakukan pengalihan arus secara sementara selama rangkaian kegiatan kenegaraan berlangsung. Kebijakan ini diambil untuk menjamin kelancaran mobilitas rombongan kenegaraan sekaligus menjaga aspek keamanan selama kunjungan berlangsung.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, menjelaskan bahwa pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilakukan sebagai bagian dari protokol kenegaraan.
“Indonesia menerima kunjungan Perdana Menteri Australia YM Anthony Albanese dan akan diadakan rangkaian acara kenegaraan,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin Kamis (05/02/2026).
Menurut Komarudin, rangkaian kegiatan kenegaraan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Rekayasa lalu lintas tidak diberlakukan secara penuh, melainkan hanya pada saat iring-iringan rombongan PM Australia melintas di titik-titik tertentu.
“Akan ada pengawalan dan pengaturan lalu lintas sementara di beberapa ruas jalan utama Jakarta sebagai bentuk penghormatan. Penutupan bersifat situasional dan hanya berlangsung singkat,” ujar dia.
Kebijakan pengalihan arus ini dimaksudkan agar aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan normal, sekaligus memastikan jalur protokoler tetap steril saat rombongan tamu negara melintas. Polda Metro Jaya menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas tidak dilakukan secara permanen, melainkan bersifat fleksibel sesuai dinamika di lapangan.
Delapan ruas jalan yang akan dilalui rombongan PM Australia meliputi Jalan Halim Perdanakusuma, Jalan MT Haryono, Jalan HR Rasuna Said, Jalan Prof Dr Soepomo, Jalan Prof Dr Satrio, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, serta Jalan Medan Merdeka Barat. Ruas-ruas jalan tersebut merupakan koridor utama yang menghubungkan kawasan strategis pemerintahan, pusat bisnis, serta lokasi-lokasi kegiatan kenegaraan di Jakarta.
Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas dengan mencari jalur alternatif, khususnya pada jam-jam pelaksanaan rangkaian kegiatan. Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan guna memastikan rekayasa lalu lintas berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu aktivitas publik secara signifikan.
Kunjungan PM Australia ke Indonesia dinilai memiliki arti strategis dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara, baik di bidang politik, ekonomi, pertahanan, maupun kerja sama kawasan. Karena itu, aspek pengamanan dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas utama aparat kepolisian dan pemerintah daerah.
Selain sebagai agenda diplomasi, kunjungan ini juga mencerminkan posisi Indonesia sebagai mitra penting Australia di kawasan Asia-Pasifik. Pengaturan lalu lintas dan pengamanan yang dilakukan menjadi bagian dari standar protokol internasional dalam menerima kunjungan kepala pemerintahan negara sahabat.
Dengan rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional dan terukur, aparat berharap masyarakat tetap dapat beraktivitas secara normal tanpa gangguan berarti, sekaligus mendukung kelancaran agenda kenegaraan yang berlangsung selama kunjungan PM Australia di Jakarta. []
Diyan Febriana Citra.

