JAKARTA – Mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Amerika Serikat menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Dari sudut pandang generasi muda di luar negeri, kepemimpinan nasional yang kuat dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga posisi dan optimisme Indonesia di mata dunia internasional.
Apresiasi tersebut mengemuka saat Presiden Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Washington DC. Sejumlah mahasiswa Indonesia yang bermukim dan menempuh pendidikan di Amerika Serikat hadir menyambut kedatangan Kepala Negara, sekaligus menyampaikan pandangan mereka mengenai kinerja pemerintahan yang berjalan.
Jessica, mahasiswi asal Surabaya, Jawa Timur, yang kini menempuh studi di Georgetown University, menyatakan rasa syukur dan kepuasannya terhadap arah kepemimpinan nasional saat ini. Ia menilai bahwa kebijakan dan langkah Presiden Prabowo sejauh ini mampu menumbuhkan optimisme, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di kalangan diaspora Indonesia.
“Menurut saya, untuk saat ini sudah baik, dan kita juga lihat di media-media banyak sekali hal positif. Kita juga bisa melihat berbagai perkembangan dari sini. Kinerja Pak Presiden selama ini memuaskan,” ujarnya saat menyambut ketibaan Pesiden Prabowo di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (17/02/2026) waktu setempat.
Jessica menambahkan bahwa sebagai mahasiswa yang menyaksikan dinamika global dari luar negeri, ia melihat upaya pemerintah dalam membawa Indonesia ke arah yang lebih baik terus dilakukan secara konsisten.
“Kami cukup puas dan bersyukur Pak Presiden bisa menjadi kepala negara kita. Kalau saya pribadi, sudah banyak usaha-usaha yang diarahkan agar Indonesia lebih baik,” imbuh dia.
Pandangan serupa juga disampaikan Alberto Sidiq, mahasiswa asal Jakarta yang tengah menempuh pendidikan di Johns Hopkins University. Ia menilai optimisme publik terhadap kepemimpinan nasional perlu terus dijaga, terutama oleh generasi muda sebagai agen perubahan.
“Kita sebagai masyarakat Indonesia harus optimis terhadap kepemimpinan yang sudah kita percayai. Kita selalu berdoa agar beliau dapat menjalankan tugas sesuai dengan harapan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Nugi, mahasiswa Indonesia lainnya yang juga berkuliah di Johns Hopkins University, menyoroti peran aktif Presiden Prabowo dalam isu-isu internasional, termasuk komitmen Indonesia terhadap perdamaian global. Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam forum internasional mencerminkan posisi strategis bangsa di tingkat dunia.
“Kita akan selalu mendukung pilihan Pak Presiden untuk negara kita. Kalau memang ikut Board of Peace, kami mendukung,” kata Nugi.
Ia berharap kepemimpinan nasional ke depan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia secara luas.
“Kami doakan terus, Pak, supaya masa kepemimpinan ini berjalan dengan baik dan bangsa kita semakin sejahtera. Semoga masyarakat kita semakin jaya dan semakin sukses,” imbuhnya.
Presiden Prabowo diketahui tiba di Washington DC pada Selasa (17/02/2026) sekitar pukul 12.00 waktu setempat setelah pesawat Garuda Indonesia PK-GIF mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Prince George’s County, Maryland. Selama berada di Amerika Serikat, Presiden dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda penting, termasuk pertemuan dengan pelaku bisnis Amerika Serikat, konferensi tingkat tinggi perdana Dewan Perdamaian Gaza, serta pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang salah satunya membahas penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. []
Diyan Febriana Citra.

