Maroko Melaju ke Final Piala Afrika Usai Singkirkan Nigeria

Maroko Melaju ke Final Piala Afrika Usai Singkirkan Nigeria

Bagikan:

RABAT — Langkah tim nasional Maroko menuju sejarah baru di Piala Afrika kian nyata setelah menyingkirkan Nigeria melalui drama adu penalti pada babak semifinal. Bermain di Stadion Rabat, Rabu (14/01/2026) waktu setempat atau Kamis (15/01/2026) dini hari WIB, Singa Atlas memastikan tiket ke partai puncak usai menang 4-2 dalam babak tos-tosan, menyusul hasil imbang tanpa gol sepanjang 120 menit pertandingan.

Kemenangan ini bukan sekadar tiket final, tetapi juga membuka peluang besar bagi Maroko untuk mengakhiri penantian panjang selama hampir lima dekade demi meraih gelar Piala Afrika. Dukungan publik tuan rumah menjadi modal penting ketika mereka kembali tampil di Rabat pada laga final mendatang.

Sejak menit awal, pertandingan berjalan dalam tempo hati-hati. Kedua tim sama-sama mengedepankan disiplin pertahanan dan menahan diri untuk tidak mengambil risiko berlebihan. Maroko sempat mengancam lebih dulu lewat pergerakan Brahim Díaz, tetapi upaya pemain tersebut belum menemui sasaran. Nigeria juga tidak tinggal diam. Ademola Lookman memperoleh peluang, namun masih mampu dihentikan kiper Maroko yang tampil sigap.

Memasuki pertengahan babak pertama, tekanan Maroko semakin terasa. Adam Masina gagal memaksimalkan bola liar di depan gawang, disusul peluang Díaz yang kembali melenceng. Achraf Hakimi hampir memecah kebuntuan melalui tendangan bebas, tetapi bola hanya menyentuh bagian atas jaring gawang Nigeria.

Di bawah tekanan beruntun, kiper Nigeria Stanley Nwabali tampil sebagai pembeda. Ia melakukan penyelamatan penting dengan menepis tendangan keras Ismael Saibari yang mengarah ke sudut gawang. Hingga turun minum, skor tetap bertahan 0-0, menandai solidnya lini belakang kedua tim.

Babak kedua menyajikan intensitas lebih tinggi. Nigeria nyaris unggul melalui Raphael Onyedika, tetapi tembakannya melambung di atas mistar. Maroko langsung merespons lewat Abde Ezzalzouli, namun Nwabali kembali menjadi penghalang. Seiring waktu berjalan, duel berlangsung ketat dan minim peluang bersih. Kesempatan emas kembali diperoleh Ezzalzouli di menit-menit akhir waktu normal, tetapi tendangannya masih mampu diamankan kiper Nigeria.

Tanpa gol hingga waktu normal berakhir, pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Maroko tetap tampil dominan. Nayef Aguerd hampir mencetak gol lewat sundulan hasil sepak pojok, tetapi bola melenceng tipis. Hamza Igamane juga mendapat dua peluang, termasuk tendangan voli yang mengarah tepat ke pelukan Nwabali. Di sisi lain, Nigeria kesulitan menciptakan ancaman berarti, meski sesekali mencoba mengandalkan serangan balik.

Karena skor tetap imbang, laga harus ditentukan melalui adu penalti. Drama terjadi sejak eksekusi awal. Nigeria sempat unggul setelah penalti pertama Maroko berhasil ditepis. Namun, kegagalan Samuel Chukwueze membuat kedudukan kembali seimbang dan mengubah momentum.

Momen penentuan hadir pada penendang kelima. Kiper Maroko Yassine Bounou tampil sebagai pahlawan setelah menggagalkan tendangan Bruno Onyemaechi. Kesempatan emas itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Youssef En-Nesyri, yang sukses mengeksekusi penalti penutup dan memastikan kemenangan 4-2 bagi Maroko.

Hasil ini mengantarkan Maroko ke final Piala Afrika. Mereka dijadwalkan kembali berlaga di Rabat untuk menghadapi Senegal pada Minggu (19/01/2026), dengan ambisi besar mengukir sejarah di hadapan publik sendiri. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional