ABU DHABI – Momentum diplomasi kemanusiaan mewarnai pertemuan Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, dengan Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Rabu (04/02/2026) sore waktu setempat. Pertemuan tersebut berlangsung di tempat Megawati menginap, tidak lama setelah dirinya menyelesaikan agenda pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan.
Pertemuan ini memperkuat kembali relasi historis dan emosional antara dua tokoh yang dikenal memiliki komitmen kuat terhadap perdamaian dan dialog antarbangsa. Sebelumnya, Megawati dan Ramos Horta juga bertemu dalam forum internasional Human Fraternity Majlis di Museum Nasional Zayed pada Selasa (03/02/2026). Dalam forum tersebut, keduanya tampil sebagai pembicara yang menyoroti isu-isu global terkait kemanusiaan, toleransi, dan persaudaraan lintas negara.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah, menyampaikan bahwa suasana pertemuan berlangsung penuh kehangatan dan nuansa kekeluargaan, mencerminkan hubungan personal yang telah terjalin lama di antara keduanya.
“Ibu Megawati menerima kunjungan Presiden Ramos sebelum agenda penghargaan Zayed Award 2026 hari ini. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan,” ujar Basarah.
Menurut Basarah, diskusi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyentuh isu-isu strategis yang relevan dengan dinamika global saat ini, khususnya terkait tantangan menjaga perdamaian dunia.
“Selain itu, Ibu Mega dan Presiden Ramos membahas sejumlah hal, utamanya tentang tantangan perdamaian dan nilai persaudaraan yang harus terus dijaga,” sambung Basarah.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Timor Leste juga menyampaikan undangan resmi kepada Megawati untuk melakukan kunjungan ke negaranya sebagai bentuk penghormatan dan penguatan hubungan bilateral.
“Presiden Ramos mengundang Ibu Megawati untuk berkunjung ke Timor Leste,” kata Basarah.
Tak hanya membahas isu global, pertemuan tersebut juga diwarnai percakapan personal. Megawati, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, sempat menceritakan tentang anak angkatnya yang kini mengemban tugas diplomatik sebagai Duta Besar Timor Leste untuk Kamboja.
“Ibu Mega bercerita tentang anak angkatnya yang menjadi dubes di Kamboja. Namanya Kupa Lopez,” ujar Basarah.
Usai pertemuan dengan Ramos Horta, Megawati melanjutkan rangkaian agenda penting lainnya, yakni menghadiri puncak acara Zayed Award 2026. Kegiatan utama penghargaan tersebut digelar di The Founder’s Memorial, sementara jamuan makan malam kehormatan (gala dinner) berlangsung di Emirates Palace, Abu Dhabi.
“Agenda terpenting dari rangkaian Zayed Award 2026 digelar di The Founder’s Memorial, sementara lokasi gala dinner di Emirates Palace malam ini, waktu Abu Dhabi,” kata Basarah.
Berdasarkan informasi resmi dari situs Zayed Award, penghargaan Zayed Award 2026 diberikan kepada perjanjian perdamaian antara Republik Azerbaijan dan Republik Armenia, yang diwakili Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan. Selain itu, penghargaan juga dianugerahkan kepada advokat pendidikan anak perempuan Afghanistan, Zarqa Yaftali, serta organisasi kemanusiaan Palestina, Taawon. Penghargaan ini menegaskan komitmen global terhadap nilai kemanusiaan, perdamaian, dan solidaritas internasional. []
Diyan Febriana Citra.

