Megawati Tiba di Abu Dhabi, Disambut Hangat Pejabat UEA

Megawati Tiba di Abu Dhabi, Disambut Hangat Pejabat UEA

Bagikan:

JAKARTA – Lawatan Presiden Kelima Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), tidak hanya mencerminkan agenda kunjungan luar negeri, tetapi juga memperlihatkan penguatan relasi diplomatik yang dibalut suasana hangat dan dialog kultural antartokoh lintas negara.

Megawati tiba di Abu Dhabi pada Minggu (01/02/2026) sore waktu setempat atau Minggu (01/02/2026) malam WIB. Kehadirannya di ibu kota UEA tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan internasional yang dijalaninya selama berada di kawasan Timur Tengah. Dalam lawatan ini, Megawati didampingi oleh putranya yang juga Ketua DPP PDIP, Muhammad Prananda Prabowo.

Setibanya di Bandara Al Bateen, Megawati disambut secara resmi oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk UEA, Judha Nugraha, serta Menteri Negara pada Kementerian Luar Negeri UEA, Saeed Bin Mubarak Al Hajeri. Penyambutan juga dihadiri sejumlah tokoh penting PDIP dan perwakilan Indonesia di UEA, antara lain Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah, Kepala Badan Riset dan Analisa Kebijakan Strategis PDIP Andi Widjayanto, Ketua DPP PDIP Bidang Agama (nonaktif) Zuhairi Misrawi, serta Atase Pertahanan Indonesia di UEA, Brigjen TNI Tony Aris Setyawan.

Dalam pertemuan singkat di ruang tunggu bandara, suasana penyambutan berlangsung dalam nuansa formal sekaligus akrab. Saeed Bin Mubarak Al Hajeri, yang dikenal memiliki peran penting dalam mendorong agenda ekonomi global UEA dan mengawasi hubungan bilateral, khususnya di kawasan Asia-Pasifik, menyampaikan sambutan hangat kepada Megawati.

“Selamat datang dan semoga menikmati kunjungan di UEA. Saya berharap bersedia mengunjungi beberapa tempat di Abu Dhabi,” kata Saeed.

Dialog kemudian berkembang secara natural. Megawati menanyakan pengalaman Saeed saat berkunjung ke Indonesia. “Jakarta dan Bali,” jawabnya, seraya mengajak Megawati untuk mengunjungi Museum Nasional Zayed yang berlokasi tidak jauh dari hotel tempat Megawati menginap.

Museum Nasional Zayed di Pulau Saadiyat, yang resmi dibuka pada 3 Desember 2025, merupakan museum nasional UEA yang didedikasikan untuk menghormati warisan Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan. Bangunan tersebut memiliki desain ikonik dengan lima menara baja berbentuk sayap elang, karya arsitek ternama Lord Norman Foster dari Foster + Partners.

“Museum Nasional Zayed bagus sekali dan jaraknya hanya 5 menit dari hotel,” ajak Saeed. Setelah mengecek jadwalnya kepada Ahmad Basarah, Megawati menyatakan dirinya akan menyempatkan diri berkunjung pada 7 Februari 2026.

Suasana pertemuan kemudian semakin cair saat Megawati memperkenalkan putranya, M. Prananda Prabowo. Percakapan ringan pun berkembang dengan nuansa kekeluargaan. Saeed melontarkan pertanyaan bernada humor tentang kasih sayang Megawati kepada anak, cucu, dan cicitnya, yang disambut tawa lepas oleh Megawati.

Megawati menyebut hal tersebut sebagai sebuah rahasia. Saeed lalu menambahkan, “Mereka lebih mencintaimu karena orang tua mereka pasti sangat disiplin,” sambil tersenyum.

Dialog berlanjut dengan pertukaran cerita keluarga, yang semakin memperkuat suasana keakraban. Di akhir perbincangan, Megawati juga menjelaskan makna historis dan emosional dari sebutan “Bung” yang melekat pada Presiden Pertama RI, Soekarno.

“Orang yang memanggil dengan bung itu biasanya panggilan dari hati,” jelas Megawati.

Lawatan ini tidak hanya menunjukkan peran Megawati sebagai tokoh politik nasional, tetapi juga sebagai figur yang membangun diplomasi melalui pendekatan budaya, relasi personal, dan komunikasi antarmanusia, yang menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antarbangsa di tingkat global. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional