Menhaj Sidak Makanan Diklat PPIH, Pastikan Layak dan Sesuai Standar

Menhaj Sidak Makanan Diklat PPIH, Pastikan Layak dan Sesuai Standar

Bagikan:

JAKARTA — Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf melakukan inspeksi mendadak terhadap makanan yang disajikan bagi peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (14/01/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung untuk memastikan kualitas konsumsi yang diterima calon petugas haji sesuai standar kelayakan dan gizi.

Sidak ini berawal dari adanya laporan yang diterima Menhaj mengenai dugaan makanan kurang layak yang dikonsumsi peserta diklat. Laporan tersebut mendorong Gus Irfan sapaan akrab Mochamad Irfan Yusuf untuk turun langsung ke lokasi tanpa pemberitahuan sebelumnya guna melihat kondisi sebenarnya di lapangan.

“Makanan tadi, memang beberapa hari ada laporan makanannya kurang, makanannya nggak layak. Tadi saya lihat, saya datang tanpa pemberitahuan. Saya datang tanpa pemberitahuan, jadi mereka pada kaget,” kata Gus Irfan di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (14/01/2026).

Dalam sidak tersebut, Gus Irfan memantau langsung proses pengambilan sarapan oleh peserta diklat serta mengecek menu yang disajikan. Dari hasil pengecekan, ia menilai makanan yang disediakan telah memenuhi standar minimal konsumsi bagi peserta dengan aktivitas fisik dan mental yang cukup padat selama pelatihan.

“Makanannya saya lihat ada daging, ada tempe, ada sayur, ada buah. Itu kan sudah standar yang minimal yang harus kita siapkan. Dan Alhamdulillah jalan, saya icip dagingnya, saya icip tempenya, Alhamdulillah masih layak untuk dimakan,” ucapnya.

Selain memastikan kualitas makanan, Menhaj juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan penekanan kepada seluruh peserta diklat agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji sangat bergantung pada kesiapan dan profesionalisme para petugas lapangan.

“Seperti saya sampaikan tadi, kami adalah penanggung jawab proses haji. Dan mereka adalah petugas lapangan, ujung tombak kami. Kalau mereka gagal, artinya kami gagal,” ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa pada musim haji 2026, PPIH akan mengemban tanggung jawab besar dalam melayani sekitar 221.000 jemaah haji asal Indonesia di Arab Saudi. Oleh karena itu, aspek kedisiplinan, kesehatan, serta kesiapan fisik dan mental selama diklat harus dijaga, termasuk melalui asupan makanan yang layak.

Sementara itu, salah satu peserta diklat PPIH, Ichsan, menilai konsumsi yang disajikan selama pelatihan sudah memadai. Ia menyebut porsi dan rasa makanan cukup mendukung aktivitas peserta yang berlangsung sejak dini hari.

“Enak, cukup, porsinya bagus memenuhi kebutuhan selama kegiatan,” kata dia di sela sarapan pagi.

Sebagai informasi, agenda harian peserta diklat PPIH terbilang padat. Kegiatan dimulai sejak pukul 04.00 WIB dengan salat subuh berjemaah, dilanjutkan apel pagi, sarapan, serta sesi materi pelatihan. Di sela kegiatan, peserta tetap menjalankan waktu istirahat untuk salat dan makan.

Rangkaian kegiatan diklat ini umumnya baru berakhir sekitar pukul 22.00 WIB setiap harinya. Padatnya jadwal tersebut menjadikan faktor kesehatan dan kecukupan gizi sebagai elemen penting agar peserta dapat mengikuti pelatihan secara optimal.

Melalui sidak ini, Menhaj menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh aspek pendukung penyelenggaraan haji, termasuk layanan konsumsi bagi petugas, berjalan sesuai standar demi kelancaran ibadah haji Indonesia. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional