Menko Airlangga hingga Wamendag Dyah Roro Sambangi KPK

Menko Airlangga hingga Wamendag Dyah Roro Sambangi KPK

Bagikan:

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (14/01/2026). Kehadiran Airlangga di lembaga antirasuah tersebut menjadi perhatian publik, seiring posisinya sebagai koordinator kebijakan ekonomi nasional di tengah dinamika perdagangan global.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Airlangga tiba di Gedung KPK sekitar pukul 13.53 WIB. Ia datang menggunakan mobil Lexus berwarna hitam dan tampak mengenakan kemeja batik lengan panjang. Di tangannya, Airlangga membawa sebuah map berwarna hitam sebelum melangkah masuk ke area gedung utama KPK. Kedatangannya berlangsung singkat tanpa banyak interaksi dengan awak media yang telah menunggu.

Kepada wartawan, Airlangga menjelaskan bahwa kunjungannya ke KPK berkaitan dengan agenda pembahasan kebijakan perdagangan internasional, khususnya menyangkut tarif risiko yang ditetapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurutnya, isu tersebut memerlukan koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan KPK.

“Komunikasi untuk negosiasi tarif Amerika,” kata Airlangga.

Selain Menko Perekonomian, sejumlah pejabat pemerintah lainnya juga terlihat hadir di Gedung Merah Putih KPK pada waktu yang hampir bersamaan. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti dan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung turut datang untuk mengikuti agenda yang telah dijadwalkan. Kehadiran para pejabat tersebut mengindikasikan adanya pembahasan yang melibatkan beberapa sektor strategis, mulai dari perdagangan hingga energi.

Airlangga, Dyah Roro Esti, dan Yuliot Tanjung disambut langsung oleh Sekretaris Jenderal KPK Cahya Hardianto Harefa. Setelah penyambutan singkat, rombongan tersebut langsung menuju ke dalam Gedung KPK tanpa memberikan keterangan tambahan kepada media. Aktivitas di dalam gedung berlangsung tertutup.

Berdasarkan informasi resmi dari KPK, para menteri dan wakil menteri yang hadir dijadwalkan mengikuti kegiatan penyampaian hasil kajian terkait pencegahan korupsi. Agenda tersebut berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga 17.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KPK memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga negara dalam rangka meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Kehadiran jajaran pemerintah di KPK dinilai mencerminkan upaya membangun koordinasi antarlembaga, khususnya dalam menghadapi tantangan kebijakan global yang berpotensi berdampak pada perekonomian nasional. Kebijakan tarif yang diterapkan Amerika Serikat diketahui dapat memengaruhi arus perdagangan dan daya saing ekspor Indonesia, sehingga membutuhkan strategi negosiasi yang matang serta transparansi dalam perumusan kebijakan.

Di sisi lain, KPK terus mendorong pencegahan korupsi sejak tahap perencanaan kebijakan, termasuk kebijakan ekonomi dan perdagangan. Melalui kajian dan rekomendasi yang disampaikan kepada kementerian terkait, KPK berharap potensi penyimpangan dapat diminimalkan, terutama dalam proses negosiasi dan implementasi kebijakan strategis.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari KPK maupun Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terkait hasil pertemuan tersebut. Namun, pertemuan ini menunjukkan adanya perhatian serius pemerintah dalam mengaitkan kebijakan ekonomi dengan prinsip tata kelola yang bersih dan berintegritas. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional